Ia mencatat PMI pada Agustus menunjukkan tanda ekspansi, menjadi sinyal positif bagi aktivitas ekonomi.
Di sisi reformasi, Ari menekankan perlunya langkah nyata. “Kami ingin melihat lebih banyak perombakan struktural untuk meningkatkan daya saing, mulai dari menaikkan rasio pajak, belanja yang lebih tepat sasaran, eksekusi program prioritas yang lebih baik, hingga kemudahan berusaha,” tutur Ari.
Mengenai pasar keuangan, ia menilai obligasi masih menjadi titik terang. “Obligasi pemerintah mencatat arus masuk US$4,1 miliar sejak awal tahun, sementara pasar saham justru keluar US$3,3 miliar. Untuk saat ini, kami menyarankan investor tetap defensif dengan memilih saham berfundamental kuat, berimbal hasil dividen tinggi, dan berpotensi melakukan pembalikan kinerja,” pungkasnya.
(red)



























