"Dan dengan tanggung jawab moral atas keberadaan kami sebagai bagian rakyat dan bangsa Indonesia, kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam ini sekaligus sebagai seruan moral," lanjut dia.
Prof Budi juga mengingatkan permasalahan dalam bidang kesehatan. Dalam bulan terakhir memang pihaknya sudah mengirimkan langsung surat kepada Presiden Prabowo Subianto.
Seperti permasalahan akademisi dan pakar pendidikan kedokteran, ataupun terkait dualisme mengenai kolegium.
Prof Budi mengatakan dualisme keberadaan kolegium yang didomniasi oleh Pemerintah harus dihentikan dan dikembalikan marwahnya kepada pengampu yang benar dengan memberikan fasilitasi kerja Kolegium profesi.
Kemudian rencana produksi massal dokter dan spesialis harus menjawab masalah distribusi dan kualitas lulusan.
"Perbaiki tatalaksana pengembangan dualisme pendidikan spesialis berbasis universitas dan rumah sakit untuk memperoleh kepastian hukum serta kualitas lulusan yang merata dengan mengedepankan komunikasi yang saling menghargai,"katanya.
"Hentikan power abuse dalam pengelolaan tenaga medis ahli dan pulihkan pemindahan tenaga yang beragendakan unjuk kekuasaan dan sikap antikritik,"sambungnya.
Prof Budi mengaku percaya bahwa kemerdekaan sejati hanya terwujud jika bangsa ini sehat, adil, dan bermartabat. Persatuan harus dirawat melalui dialog, keberanian, dan ketulusan.
(dec/spt)































