Logo Bloomberg Technoz

Andriah menyebut masih terdapat sejumlah calon pelanggan yang mengantre memasang PLTS atap. Dengan begitu, dia berharap total kapasitas terpasang PLTS atap pada tahun ini bisa mencapai 1 gigawatt (GW).

Nah, harapan kami mudah-mudahan, karena ini cukup banyak yang masih berada di pipeline yang dalam proses penyelesaian, mudah-mudahan harapan kami pada tahun ini untuk PLTS atap ini bisa mencapai 1 gigawatt untuk PLTS atap itu sendiri, di luar dari PLTS-PLTS lainnya,” tegas dia.

Dalam bahan paparannya, dijelaskan bahwa hingga 2028 pemerintah menargetkan kapasitas terpasang PLTS atap bisa mencapai 2 GW di seluruh Indonesia.

Perinciannya, pemerintah menargetkan 95 MW di Sumatra, 104 MW di Kalimantan, 1,85 GW di Jawa, Madura, Bali (Jamali), 17 MW di Sulawesi, serta 7 MW di Maluku, Papua, dan Nusa Tenggara (Mapana)

Untuk diketahui, Kementerian ESDM melaporkan total kapasitas terpasang energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 15,2 GW  atau 14,5% dari total pembangkit nasional.

Realisasi pembangkit EBT terpasang itu terpaut jauh dari target yang dicanangkan pemerintah mencapai 23% sampai akhir tahun ini.

Adapun, penambahan kapasitas terpasang EBT sepanjang Januari sampai dengan Juni 2025 sebesar 876,5 MW, naik 15% dibandingkan dengan penambahan kapasitas EBT untuk keseluruhan tahun 2024 di level 761,9 MW.

Sejumlah proyek EBT yang telah beroperasi komersial atau commercial operation date (COD) pada paruh pertama tahun ini di antaranya PLTP Lumut Balai dan PLTP Ijen serta PLTP Gunung Salak. Total kapasitas setrum dari pembangkit geothermal itu mencapai 105,2 MW.

Selanjutnya, PLTA Merangin dengan tambahan kapasitas listrik 492 MW. Terdapat tambahan 8,2 MW dari PLTM Merangin dan PLTM Kanzy.

Sementara itu, terdapat tambahan listrik 233,3 MW dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Adapun, terdapat COD sejumlah pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm) yang tersebar di Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat hingga Sulawesi Tengah, dengan kapasitas keseluruhan 37,8 MW.

(azr/wdh)

No more pages