Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, pemerintahan Donald Trump juga menolak permohonan Lai untuk transit di Amerika Serikat — mitra militer utama Taiwan. Lai menghadapi kritik karena AS memberlakukan tarif sebesar 20% terhadap ekspor Taiwan. Tarif itu, yang menurut kabinet Taipei bersifat sementara, lebih tinggi dibanding kesepakatan yang diperoleh pesaing regional seperti Jepang dan Korea Selatan. Kondisi ini dikhawatirkan melemahkan daya saing Taiwan.

Lai juga tengah menghadapi ancaman tarif baru dari AS terhadap sektor semikonduktor — komoditas ekspor utama Taiwan — setelah Presiden Trump menyatakan rencana pengenaan bea pada sektor tertentu.

Rangkaian masalah tersebut membuat tingkat kepuasan publik terhadap Lai anjlok ke titik terendah sejak ia mulai menjabat pada Mei tahun lalu.

“Perombakan ini skalanya moderat, dan arah kebijakan ekonomi maupun negosiasi dagang dengan AS kemungkinan besar tidak akan berubah,” ujar Yen Wei-ting, peneliti di Institute of Political Science Academia Sinica, Taipei.

Ia menilai Kung sebagai sosok yang tepat. “Ia memiliki pengalaman luas, pernah bertugas di berbagai lembaga pemerintah, dan terbukti mampu melakukan koordinasi lintas kementerian,” kata Yen.

Meski ekonomi Taiwan tumbuh pesat berkat lonjakan permintaan ekspor teknologi di era kecerdasan buatan, politisi oposisi menilai keuntungan tersebut tidak dirasakan merata. Mereka juga memperingatkan bahwa usaha kecil dan menengah Taiwan bisa terpukul keras akibat tarif AS.

Pekan lalu, Lai menyatakan akan mengalihkan fokus kebijakan pada isu ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Pernyataan itu muncul setelah oposisi menudingnya terlalu banyak menghabiskan waktu untuk berkonfrontasi dengan China. Beijing memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang suatu saat harus dikendalikan, dengan kekuatan militer bila perlu. Lai dengan tegas menolak pandangan tersebut.

Kung sendiri pernah menjabat sebagai wakil menteri ekonomi pada 2017–2019. Ia dikenal sebagai komunikator yang baik, khususnya saat pandemi ketika rutin memberikan penjelasan mengenai paket stimulus.

Ia juga sempat menduduki posisi di Dewan Pembangunan Nasional, sebuah lembaga perumus kebijakan. Selama masa itu, Kung menjadi anggota dewan direksi Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC), karena dewan tersebut mengelola dana investasi besar di produsen chip andalan Apple Inc dan Nvidia Corp.

(bbn)

No more pages