Logo Bloomberg Technoz

AS Sedang Cari Kobalt, RI Bisa Pasok tetapi Terhambat Isu Smelter

Azura Yumna Ramadani Purnama
25 August 2025 10:00

Conveyor belt berisi kobalt./dok. Bloomberg
Conveyor belt berisi kobalt./dok. Bloomberg

Bloomberg Technoz, Jakarta – Analis komoditas dan Presiden Komisaris HFX International Berjangka Sutopo Widodo menilai Indonesia bisa mengisi kekosongan pasokan kobalt dari Republik Demokratik Kongo (DRC) ke negara yang tengah memiliki permintaan kobalt tinggi, salah satunya Amerika Serikat (AS).

Akan tetapi, potensi tersebut terganjal oleh fasilitas pengolahan atau smelter yang dimiliki Indonesia. Dia memandang smelter nikel di Indonesia masih sedikit yang dapat memproses kobalt menjadi produk turunan nikel.

Dengan begitu, dia mendorong dibangunnya fasilitas pengolahan kobalt yang memadai untuk menghasilkan produk dengan kemurnian tinggi sesuai standar global.


Dia menilai kobalt yang selama ini dianggap sebagai produk sampingan dari nikel laterit harus dimanfaatkan sebagai komoditas ekspor bernilai tinggi.

Apalgi, komoditas tersebut dibutuhkan dalam katoda baterai ion-litium yang digunakan pada kendaraan listrik, serta dalam produksi superalloy yang tahan panas dan tahan korosi untuk industri dirgantara dan pertahanan.