Postur RAPBN 2026: Target Pendapatan Naik 9,8%, Belanja 7,3%
Redaksi
19 August 2025 06:00

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pemerintah telah merilis Dokumen Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 beserta Nota Keuangannya pada 15 agustus 2026.
Dalam dokumen tersebut dipaparkan, pemerintahan yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto optimistis menargetkan pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun pada 2026. Angka ini lebih tinggi 4,74% dibanding target awal dalam APBN 2025 yang sebesar Rp3.005,1 triliun atau meningkat 9,8% dibanding outlook 2025 yang ditetapkan pertengahan tahun ini --sebagai pengganti APBN 2025-- sebesar Rp2.865,5 triliun.
Angka ini berasal dari pendapatan perpajakan Rp2.692 triliun, yang naik 8,07% dibanding APBN 2025 Rp2.490,9 triliun atau melonjak 12,8% dibanding outlook 2025 sebesar Rp2.387,3 triliun.
"Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) Rp455 triliun," demikian tercantum dalam RAPBN 2025 dan Nota Keuangan. Angka tersebut merosot 11,4% dibanding target dalam APBN 2025 yang mencapai Rp513,6 triliun atau merosot 4,7% dibanding outlook 2025 yang sebesar Rp477,2 triliun.
Dari sisi pengeluaran, pemerintah menargetkan belanja negara berada di kisaran Rp3.786,5 triliun pada 2026. Angka ini bertambah 4,5% dibanding APBN 2025 yang senilai Rp3.621,3 triliun atau naik 7,3% dibanding outlook 2025 yang sebesar Rp3.527,5 triliun.





























