Logo Bloomberg Technoz

Ekonom: Ketidakpastian Regulasi Ancam Investasi RAPBN 2026

Pramesti Regita Cindy
18 August 2025 18:20

Ilustrasi investasi. (Envato/wasant1)
Ilustrasi investasi. (Envato/wasant1)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menilai fokus pemerintah terhadap investasi dalam negeri yang tercermin dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dapat menjadi momentum penting, namun sekaligus menjadi tahun pertaruhan bagi iklim investasi di Indonesia.

Kepala Pusat Makro Ekonomi dan Keuangan Indef M. Rizal Taufikurahman mengungkapkan, investasi memang diposisikan sebagai motor penggerak pertumbuhan melalui insentif fiskal, perizinan berbasis risiko, dan proyek infrastruktur. Meski demikian, ia menyoroti adanya kendala mendasar yang belum terselesaikan.

"Catatan yang paling kita ingin sampaikan adalah, bahwa investasi domestik ini masih terhambat oleh ketidakpastian regulasi yang selalu berubah. Apalagi sering berubahnya aturan-turunan undang-undang cipta kerja," kata Rizal dalam diskusi publik Indef, dikutip Senin (18/8/2025). 


"Kemudian lemahnya kepastian hukum. Terutama soal sengketarahan dan kepemilikan ini juga sering kali muncul, dan keterbatasan daya hukum infrastruktur pendukung investasi terutama di luar Jawa," jelasnya.

Dengan demikian, ia menegaskan, tanpa pembenahan fundamental terhadap tiga hal tersebut, dorongan fiskal hanya akan menghasilkan investasi jangka pendek yang tidak produktif.