Logo Bloomberg Technoz

Sidang Isbat Lebaran 2026 Mulai Jam Berapa? Cek Jadwalnya

Redaksi
19 March 2026 10:59

Sidang Isbat Selasa, 17 Februari 2026. Dok: Bimas Islam, Kemenag.
Sidang Isbat Selasa, 17 Februari 2026. Dok: Bimas Islam, Kemenag.

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sidang isbat penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 resmi digelar hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama telah menyusun rangkaian agenda yang dimulai sejak sore hari hingga malam, sebagai bagian dari proses penentuan awal Syawal yang dinantikan umat Muslim di Indonesia.

Proses sidang isbat menjadi momen penting karena menjadi acuan resmi pemerintah dalam menetapkan hari raya Idul Fitri. Meski sejumlah organisasi telah lebih dulu menentukan tanggal Lebaran, hasil sidang ini tetap menjadi rujukan utama bagi masyarakat luas.

Mengutip laman Bimas Islam Kemenag, rangkaian sidang diawali dengan seminar posisi hilal yang dimulai pada pukul 16.30 WIB. Seminar ini bersifat terbuka untuk publik dan dapat diakses melalui siaran langsung di berbagai platform digital resmi.

Seminar tersebut menjadi tahap awal yang menjelaskan posisi hilal berdasarkan data astronomi. Informasi ini penting untuk memberikan gambaran ilmiah sebelum sidang utama digelar secara tertutup.

Masyarakat yang ingin mengikuti jalannya seminar tidak perlu hadir secara langsung. Siaran live tersedia melalui kanal YouTube Bimas Islam TV serta media sosial seperti TikTok dan Instagram Bimas Islam, sehingga akses informasi tetap terbuka luas.

Tahapan Sidang Hingga Pengumuman Resmi

Setelah seminar selesai, agenda dilanjutkan dengan sidang isbat utama yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 18.00 WIB. Berbeda dengan seminar sebelumnya, sidang ini digelar secara tertutup dan hanya dihadiri oleh pihak-pihak terkait.

Peserta sidang mencakup perwakilan organisasi masyarakat Islam, ahli astronomi, serta perwakilan instansi pemerintah. Mereka akan membahas hasil pemantauan hilal yang dilakukan di berbagai titik di Indonesia.

Sidang ini menjadi ruang diskusi dan musyawarah untuk menentukan apakah hilal sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan. Hasil pengamatan tersebut kemudian dikombinasikan dengan perhitungan hisab untuk menghasilkan keputusan final.

Meski berlangsung tertutup, hasil sidang tetap akan disampaikan secara terbuka kepada publik. Pemerintah memastikan transparansi dalam proses pengumuman agar masyarakat mendapatkan kepastian secara resmi.

Hasil sidang isbat akan diumumkan pada hari yang sama melalui konferensi pers yang dijadwalkan pukul 19.25 WIB.

Konferensi pers tersebut menjadi momen yang paling ditunggu, karena akan menentukan kapan umat Muslim di Indonesia merayakan Idul Fitri. Pengumuman ini juga dapat disaksikan secara live streaming melalui berbagai platform digital resmi.

Selain YouTube Bimas Islam TV, masyarakat juga dapat mengikuti siaran langsung melalui kanal Kementerian Agama RI serta media sosial resmi Bimas Islam. Dengan demikian, informasi dapat diakses secara cepat dan merata.

Sementara itu, pemerintah sebelumnya telah memberikan perkiraan terkait tanggal Lebaran 2026. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 3 Menteri tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2026 serta kalender Hijriah, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026.

Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa tanggal tersebut masih bersifat prediksi. Keputusan resmi tetap akan mengacu pada hasil sidang isbat yang digelar hari ini.

Meski demikian, masyarakat diminta menunggu hasil resmi sidang isbat sebagai acuan penetapan Lebaran.

Di sisi lain, perbedaan penetapan Lebaran juga muncul dari organisasi Muhammadiyah. Melalui metode hisab, Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Penetapan ini menunjukkan adanya potensi perbedaan dalam perayaan Idul Fitri di Indonesia. Hal ini bukanlah hal baru, mengingat metode penentuan yang digunakan oleh masing-masing pihak memang berbeda.

Meski begitu, pemerintah melalui Kementerian Agama mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan. Perbedaan dalam penetapan hari raya diharapkan tidak menjadi sumber perpecahan.

Imbauan tersebut menjadi penting di tengah keberagaman metode penentuan awal bulan Hijriah. Dengan sikap saling menghormati, perbedaan yang ada dapat disikapi dengan bijak.

Sidang isbat sendiri bukan hanya sekadar agenda tahunan, tetapi juga menjadi simbol musyawarah dalam menentukan keputusan bersama. Proses ini mencerminkan kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan pertimbangan keagamaan.

Bagi masyarakat, hasil sidang ini akan menentukan berbagai aktivitas penting, mulai dari pelaksanaan salat Idul Fitri hingga agenda silaturahmi keluarga. Oleh karena itu, perhatian terhadap hasil sidang isbat selalu tinggi setiap tahunnya.

Dengan seluruh rangkaian yang telah disiapkan, masyarakat kini tinggal menunggu hasil akhir yang akan diumumkan malam ini. Kepastian tersebut akan menjadi penutup dari proses panjang penentuan awal Syawal 1447 Hijriah.

Apapun hasilnya nanti, diharapkan seluruh umat Muslim dapat menyambut Idul Fitri dengan penuh kebersamaan dan kedamaian.