Logo Bloomberg Technoz

Target belanja negara terdiri dari belanja pemerintah pusat Rp3.136,5 triliun, naik 16,1% dibanding APBN 2025 sebesar Rp2.701,4 triliun atau melonjak 17,8% dari outlook 2025 senilai Rp2.663,4 triliun.

Hal yang menarik, target transfer ke daerah hanya Rp650 triliun, merosot hingga 29,3% dibanding target APBN 2025 yang mencapai Rp919,9 triliun atau menurun 24,8% dibanding outlook 2025 sebesar Rp864,1 triliun.

Khusus belanja pemerintah pusat, pengeluaran terdiri dari: belanja kementerian/lembaga (K/L) sebesar Rp1.498,3 triliun, menyusut dibanding sebelumnya, Rp1.160,1 triliun atau Rp1.275,6 triliun. Kemudian, belanja non-K/L senilai Rp1.638,2 triliun, meningkat dari sebelumnya, Rp1.541,4 triliun atau Rp1.387,8 triliun.

Dengan postur pemasukan dan pengeluaran, maka pemerintah mematok defisit anggaran mencapai Rp638,8 triliun (2,48% terhadap produk domestik bruto atau PDB), dibanding sebelumnya Rp616,2 triliun (2,53% PDB) atau Rp662 triliun (2,78% PDB).

Dalam pidato di hadapan para wakil rakyat Jumat (15/8/2025), Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan para pembantu presiden untuk menjaga APBN tetap sehat dan kredibel, melalui optimalisasi pendapatan, penguatan kualitas belanja, serta inovasi pembiayaan. Optimalisasi pendapatan negara harus dilakukan secara konsisten, karena pajak merupakan instrumen untuk keadilan.

"Meredistribusi pendapatan: yang kaya bayar pajak, yang tidak mampu dibantu. Penerimaan perpajakan akan terus ditingkatkan dengan tetap melindungi iklim investasi dan keberlanjutan dunia usaha," kata Prabowo.

Selain itu, Kepala Negara juga mengimbau agar terus meningkatkan kualitas belanja negara. "Kita terus mendorong efisiensi belanja, setiap Rupiah yang dibelanjakan harus memberi manfaat yang nyata. Belanja operasional yang tidak efisien dipangkas," tegas dia.

"Ke depan, belanja negara, baik Belanja Pemerintah Pusat maupun Transfer ke Daerah didesain menjadi satu kesatuan utuh sehingga Transfer ke Daerah bukan satu-satu instrumen untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia." 

(lav)

No more pages