Logo Bloomberg Technoz

Utang Luar Negeri RI Naik Jadi Rp6.980,03 Triliun

Hidayat Setiaji
15 August 2025 10:28

Pekerja menghitung dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja menghitung dolar AS di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Senin (1/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia naik pada kuartal II-2025. Namun laju pertumbuhannya melambat.

Pada Jumat (15/8/2025), Bank Indonesia (BI) melaporkan ULN Indonesia periode kuartal II-2025 berada di US$ 433,3 miliar. Dengan asumsi US$ 1 setara dengan Rp 16.109 seperti kurs referensi BI tertanggal 14 Agustus 2025, maka ULN Indonesia ekuivalen Rp 6.980,03 triliun.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy), ULN Indonesia tumbuh 6,1%. Sedikit melambat ketimbang pertumbuhan kuartal I-2025 yaitu 6,4% yoy.


“Posisi ULN pemerintah pada triwulan II 2025 sebesar US$ 210,1 miliar atau tumbuh sebesar 10% yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan pada triwulan I 2025 sebesar 7,6% yoy. Perkembangan ULN tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik, seiring tetap terjaganya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian Indonesia di tengah ketidakpastian pasar keuangan global yang tinggi,” sebut laporan BI. 

Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (22,3% dari total ULN pemerintah), Administrasi Pemerintah, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib (19%), Jasa Pendidikan (16,4%), Konstruksi (11,9%), serta Transportasi dan Pergudangan (8,6%). Posisi ULN pemerintah didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9%.