Logo Bloomberg Technoz

Sejumlah saham mencatat kenaikan luar biasa dan menjadi top gainers. Di antaranya adalah saham PT Xolare Rcr Energy Tbk (SOLA) yang melejit 34,5%, saham PT Sentral Mitra Informatika Tbk (LUCK) dan saham PT IndoKripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat masing-masing 34,2% dan 24,7% serta saham PT MD Entertainment Tbk (FILM) bertambah 19,7%.

Sedangkan sejumlah saham yang melemah dan menjadi top losers di antaranya saham PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) yang ambles 14,8%, saham PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) jatuh 11,6%, dan saham PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) ambruk 10,2%.

IHSG menjadi sedikit dari sekian Bursa Asia yang menetap di zona merah, TW Weighted Index (Taiwan), dan SENSEX (India), yang melemah dan tertekan masing–masing 0,9% dan 0,17%.

Sementara Bursa Saham Asia lainnya berhasil menutup hari di zona hijau i.a Ho Chi Minh Stock Index (Vietnam), SETI (Thailand), TOPIX (Jepang), Shenzhen Comp. (China), NIKKEI 225 (Tokyo), Straits Times (Singapura), Shanghai Composite (China), PSEI (Filipina), CSI 300 (China), KLCI (Malaysia), Hang Seng (Hong Kong), dan KOSPI (Korea Selatan) yang berhasil menguat masing-masing 1,72%, 1,4%, 1,02%, 0,74%, 0,61%, 0,45%, 0,45%, 0,27%, 0,24%, 0,18%, 0,03%, dan 0,01%.

Dengan demikian, IHSG adalah indeks dengan pelemahan terdalam ketiga di Asia, ada di antara deretan Bursa Saham Taiwan dan India.

Dari dalam negeri, melemahnya saham-saham Big Caps menjadi sentimen negatif dan penyebab merahnya IHSG. Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Rabu (6/8/2025):

  1. Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 8,96 poin
  2. Astra International (ASII) mengurangi 5,56 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 4,96 poin
  4. Telkom Indonesia (TLKM) mengurangi 4,57 poin
  5. Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 4,39 poin
  6. Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) mengurangi 4,31 poin
  7. Bank Negara Indonesia (BBNI) mengurangi 4,29 poin
  8. Chandra Daya Investasi (CDIA) mengurangi 2,44 poin
  9. MNC Land (KPIG) mengurangi 1,5 poin
  10. Merdeka Battery Materials (MBMA) mengurangi 1,4 poin

Adapun saham–saham konsumen primer lainnya juga jadi pendorong pelemahan IHSG, saham PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) drop 7,69%, saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) terpeleset 5,44%, dan saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) juga melemah dengan kehilangan 3,61%.

Disusul oleh pelemahan saham infrastruktur, saham PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP) yang turun 9,78%, saham PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) melemah 5,98%, dan saham PT Acset Indonusa Tbk (ACST) yang mencetak pelemahan 3,41%.

Berseberangan jauh dengan itu, sentimen The Fed berhasil memengaruhi Bursa Asia lain, melemahnya data–data Ekonomi AS terbaru meningkatkan kegelisahan investor– kebijakan pelonggaran bunga Federal Reserve atau The Fed, dinilai jadi penyelamat.

Bloomberg menyebut, Sektor Jasa AS mengalami stagnasi karena perusahaan–perusahaan—yang menghadapi kelesuan permintaan dan kenaikan biaya—mengurangi jumlah pekerjanya. Data yang dirilis pekan lalu memperlihatkan data lapangan kerja lebih lemah dari estimasi pasar, sementara belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi hampir tidak meningkat.

“Para pelaku pasar terus berspekulasi mengenai kapan pemotongan suku bunga The Fed berikutnya, di mana tanda–tanda inflasi yang persisten bertentangan dengan indikator ekonomi yang melemah," kata Fawad Razaqzada dari City Index dan Forex.com.

Sentimen pasar tengah disetir ekspektasi penurunan Fed Fund Rate yang menguat menyusul pernyataan Gubernur The Fed San Francisco Mary Daly.

Daly mengatakan sudah dekat bagi otoritas moneter AS itu untuk menurunkan suku bunga acuan, melihat kondisi pasar tenaga kerja yang terus melemah, seperti dilaporkan oleh Reuters.

Probabilitas Federal Funds Rate September 2025 per 6 Agustus (Sumber: CME FedWatch)

Selain itu, tidak ada pula tanda–tanda bahwa inflasi merayap naik karena kebijakan tarif Presiden Donald Trump.

Dua kali pemotongan suku bunga sebanyak 25 basis poin untuk tahun ini seperti yang terungkap dalam dot plot pertemuan Juni lalu, menurut Daly, tampaknya masih merupakan jumlah yang tepat.

Mengutip CME FedWatch hari ini, kemungkinan penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin menjadi 4—4,25% dalam rapat September mencapai 87,4%.

Sedangkan untuk pertemuan The Fed pada bulan Oktober serta Desember, peluang penurunan bunga acuan mencapai masing-masing 56% dan 43,5% diperhitungan pemangkasan 25 bps. Probabilitas itu meningkat dari sebelumnya 30,7% dan 20,2% pada pekan lalu.

(fad/wep)

No more pages