Aktivitas bisnis—yang sejajar dengan ukuran output manufaktur ISM—masih tumbuh, namun melambat dibandingkan bulan Juni. Indeks pesanan baru turun ke 50,3, mendekati kondisi stagnan.
“Data terus mencerminkan pertumbuhan yang lambat, dan responden survei mengindikasikan bahwa faktor musiman dan cuaca berdampak negatif terhadap bisnis,” ujar Steve Miller, Ketua Komite Survei Bisnis Sektor Jasa ISM, dalam pernyataannya. “Topik yang paling sering disebut oleh panelis survei tetap berkisar pada dampak tarif, dengan peningkatan signifikan pada daftar komoditas yang mengalami kenaikan harga.”
Sebanyak 11 industri jasa melaporkan pertumbuhan pada Juli, termasuk transportasi, perdagangan grosir, dan keuangan. Sementara itu, tujuh sektor mengalami kontraksi, dipimpin oleh akomodasi dan layanan makanan.
Laporan ini sejalan dengan sinyal peringatan dari perekonomian yang lebih luas. Data pekan lalu menunjukkan pasar tenaga kerja yang jauh lebih lemah dari perkiraan sebelumnya, sementara belanja konsumen yang disesuaikan dengan inflasi nyaris tidak mengalami peningkatan.
Tumpukan pesanan (backlog) menyusut untuk bulan kelima berturut-turut, dan laju pertumbuhan persediaan melambat. Indeks persepsi persediaan ISM turun hampir 4 poin ke level 53,2—terendah sejak Oktober lalu.
(bbn)






























