Logo Bloomberg Technoz

Namun, recurring income masih menunjukkan pertumbuhan yang solid ke level Rp2,7 triliun (berhasil tumbuh dua digit mencapai 10% YoY) yang berkontribusi 80% dari total pendapatan perusahaan. Seiring dengan dibukanya superblock Bekasi, okupansi mall yang tinggi diatas 93%.

Oleh karena itu, Aqil optimistis perusahaan akan terus melanjutkan tren neraca keuangan yang solid dengan pencatatan net cash. Laba bersih pada Semester I–2025 juga berhasil bertumbuh positif 34,2% yoy menjadi Rp1,13 triliun yang in-line dengan estimasi Pans dan konsensus.

Dia masih mempertahankan rekomendasi Buy/ Beli saham PWON dengan target Rp450/saham tak berubah dari target sebelumnya.

Sementara itu, Aqil juga masih mempertahankan rekomendasi Beli saham BSDE dengan target harga mencapai Rp1.000/saham untuk saham Bumi Serpong Damai.

Dia menilai emiten properti pengembang BSD City itu mencatatkan kinerja cemerlang dengan mengakumulasi pendapatan recurring income seperti sewa, hotel, pengelolaan gedung, jalan tol, dan lainnya menjadi Rp843 miliar, bertumbuh positif 11,9% yoy hingga Semester I–2025. Kendatipun beban penjualan lebih besar 5,99% dari tahun lalu menjadi Rp876 miliar.

Dari segi operasional, lanjut Aqil, pada enam bulan pertama tahun 2025 BSDE berhasil mencatatkan marketing sales mencapai Rp5,1 triliun, melejit 4,9% yoy, di mana angka tersebut telah mencapai 51% dari target tahun penuh tahun 2025 sebesar Rp10 triliun.

Marketing sales ditopang segmen residensial Rp2,2 triliun terutama dari produk Nava Park, Hiera, Armont Residence, Eonna, dan Terravia di BSD City; serta Kaia Yara dan Vicente Klasika di Grand Wisata Bekasi, dan Richmond di Kota Wisata Cibubur.

Peluncuran produk baru yang cukup agresif dapat menjadi harapan pertumbuhan marketing sales, terutama pada segmen shophouse. Hingga potensi pemangkasan suku bunga oleh BI diharapkan dapat mendorong marketing sales residensial kedepannya, jadi nilai tambah tersendiri, menurut Panin.

Kemudian, CTRA menjadi emiten properti dengan pencapaian marketing sales terbesar dalam 2 tahun, di mana skema proyek–proyek kerjasama (Joint Operation/JO) berkontribusi mencapai 61% hingga berdampak signifikan pada pertumbuhan. Hingga menghasilkan total pendapatan Rp5,88 triliun pada Semester I–2025.

Saham CTRA Year to Date (Bloomberg)

“Pencapaian marketing sales yang positif di 2023–2024 dapat mendorong pertumbuhan earnings di tahun ini,”

Ditambah lagi CTRA juga menargetkan ada sekitar 5 proyek JO baru yang saat ini masih dalam tahap negosiasi yang harapannya dapat berjalan pada tahun 2026 kedepan. Di sisi lain, insentif PPN dan potensi pemangkasan suku bunga akan menjadi katalis positif.

Namun memang, perlu dicermati juga adanya peningkatan beban penjualan mencapai 22,48% yoy menjadi Rp256,18 miliar. Begitu juga dengan beban pokok penjualan dan beban langsung yang turut bertambah berat 19,16% dari tahun lalu menjadi Rp3,08 triliun.

Aqil masih mempertahankan rekomendasi Buy/ Beli saham CTRA dengan target Rp1.100/saham.

Rekomendasi Saham Properti

Mayoritas analis berdasarkan konsensus Bloomberg memasang sikap Bullish untuk saham PWON, saham BSDE, dan juga saham CTRA, usai melaporkan performa keuangannya sepanjang Semester I–2025.

Berdasarkan data Bloomberg, Kamis (31/7/2025), 21 analis menyematkan rekomendasi Buy/ Beli saham PWON. Hanya ada satu analis yang merekomendasikan Hold dan tak ada satu pun analis merekomendasikan Sell.

Konsensus menghasilkan target harga saham PWON di level Rp538/saham. Target harga ini berlaku untuk 12 bulan ke depan dengan potensi return mencapai 53% point–to–point.

Kemudian, 20 analis merekomendasikan Buy saham BSDE. Hanya dua analis yang merekomendasikan Hold dan tak ada satu pun analis merekomendasikan Sell.

Target harga berdasarkan konsensus ada di level Rp1.155/saham untuk 12 bulan ke depan. Dengan potensi cuan mencapai 45% pada saham BSDE dari harga saat ini.

Senada dengan keduanya, 20 analis menyematkan rekomendasi Buy/ Beli saham CTRA. Hanya ada dua analis yang merekomendasikan Hold dan juga tak ada satu pun analis merekomendasikan Sell.

Konsensus menghasilkan target harga saham CTRA ada di level Rp1.376/saham. Target harga ini berlaku untuk 12 bulan ke depan dengan potensi return mencapai 48% berdasarkan data Bloomberg.

(fad)

No more pages