Logo Bloomberg Technoz

Sampai akhirnya pandemi Covid-19 menyerang ekonomi nasional hingga kontraksi -1,5% pada 2020, dan tumbuh lesu di level 3,9% pada tahun berikutnya. Ekonomi Tanah Air akhirnya kembali menggeliat dalam tiga tahun terakhir, yakni 2022 (5,3%), 2023 (5%), dan 2024 (5%).

Berbeda dengan itu, Asian Development Bank (ADB) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2026 akan berada di level 5,1%, meningkat tipis dibanding proyeksi ekonomi pada tahun ini yang sebesar 5%.

Proyeksi tersebut dilakukan lantaran masih diharapkan adanya dorongan stimulus fiskal pemerintah melalui penggelontoran sejumlah paket insentif seperti bantuan pangan, hingga pemberian diskon perjalanan transportasi dan bantuan tunai seperti Bantuan Subsidi Upah.

"Sebagai dukungan, otoritas moneter juga melonggarkan kebijakan secara bertahap di tengah risiko stabilitas harga yang ringan. Data impor bulan April dan Mei menunjukkan kemungkinan rebound dalam permintaan domestik," tutur ADB dalam laporan terbarunya, yang juga terbit belum lama ini.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan juga memastikan  pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali ke kisaran 5% pada semester II 2025, seiring dengan adanya hasil kesepakatan negosiasi tarif dengan Amerika Serikat (AS).

Kesepakatan yang diumumkan oleh Presiden Donald Trump beberapa waktu lalu tersebut menjadikan Indonesia hanya dikenakan tarif 19%, atau lebih rendah dari keputusan semula yang sebesar 32%.

"Dengan adanya tarif yang kita negosiasinya berhasil dari 32% turun ke 19%, kita melihat peluang pertumbuhan ekonomi akan menuju ke sekitar 5%," ujar Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu kepada wartawan di Jakarta, Senin (21/7/2025) lalu.

(lav)

No more pages