“India menjadi pusat manufaktur terkemuka untuk smartphone yang dijual di AS untuk pertama kalinya pada kuartal kedua tahun 2025, sebagian besar didorong oleh percepatan peralihan rantai pasokan Apple ke India di tengah ketidakpastian lanskap perdagangan antara AS dan Cina,” kata analis utama di Canalys, Sanyam Chaurasia dikutip Selasa (29/7/2025).
Dia menuturkan bahwa Apple sudah meningkatkan kapasitas produksinya di India selama beberapa tahun terakhir. Hal ini merupakan bagian dari strategi ‘China Plus One’ dan memilih untuk mendedikasikan sebagian besar kapasitas ekspornya di India guna memasok pasar AS sejauh ini pada 2025.
“Apple telah mulai memproduksi dan merakit model Pro dari seri iPhone 16 di India, namun masih bergantung pada basis manufaktur yang sudah mapan di Cina untuk pasokan skala besar yang diperlukan untuk model Pro di AS,” ujar Chaurasia.
Dirinya menyebut Samsung dan Motorola sudah meningkatkan pangsa pasokan mereka yang ditargetkan di AS dari India, meskipun peralihannya jauh lebih lambat dan skalanya lebih kecil dibandingkan Apple. “Motorola, sama seperti Apple, memiliki pusat manufaktur inti di Cina, sedangkan Samsung mengandalkan produksi ponsel pintarnya di Vietnam,” ungkap Sanyam.
Menurut analis senior di Canalys, Runar Bjorhovde, Apple mempercepat inventori persediaan pada akhir kuartal I dan berusaha mempertahankan level ini pada periode tiga bulan berikutnya di 2025. “Namun, pasar hanya tumbuh 1% meskipun vendor menumpuk persediaan, menunjukkan permintaan yang lesu dalam lingkungan ekonomi yang makin tertekan,” sambung dia.
Meskipun smartphone tetap dikecualikan dari tarif Trump namun masih banyak kategori lainnya yang terkena dampaknya, tegas Runar. Hal ini kemungkinan dapat berdampak besar pada pola belanja konsumen dan permintaan smartphone tetap rendah di semester kedua 2025.
“Dengan adanya persyaratan baru pada operasional lokal, kebijakan tarif yang tak menentu, serta tingginya permintaan, hal ini menjadi kurang menarik bagi vendor skala menengah hingga kecil untuk beroperasi di AS, seperti yang ditunjukkan oleh pengumuman HMD Global untuk mengurangi operasinya di AS,” pungkas Runar.
(far/wep)






























