Logo Bloomberg Technoz

Laba Emiten Hermanto Tanoko BLES Anjlok 85% Semester-2025

Artha Adventy
28 July 2025 16:30

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Emiten terafiliasi Crazy Rich Surabaya, Hermanto Tanoko, PT Superior Prima Sukses Tbk (BLES) membukukan penurunan laba bersih yang dapat diatribusikan ke pemilik entitas induk menjadi sebesar Rp8,09 miliar sepanjang semester I-2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, laba bersih emiten yang baru melantai Juli tahun lalu itu anjlok hingga 85,67% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebesar Rp56,50 miliar.

Tergerusnya laba bersih tersebut berbanding terbalik dengan jumlah penjualan bersih BLESS yang tercatat sebesar Rp636,15 miliar. Penjualan tersebut naik 9,55% dibandingkan dengan semester I-2024 sebesar Rp580,65 miliar. Angka tersebut didominasi oleh penjualan bata ringan ACC ke pihak ketiga di pasar domestik sebesar Rp632,49 miliar, disusul penjualan semen mortar yang sebesar Rp3,65 miliar.


Sejalan dengan kenaikan penjualan, beban pokok juga ikut meroket 28,06% menjadi Rp500,29 miliar dibandingkan dengan Rp390,64 miliar di semester I-2024. Melonjaknya beban pokok tersebut disebabkan oleh meningkatnya beban pabrikasi, tenaga kerja langsung dan beban pokok produksi. Alhasil, laba kotor tergerus menjadi Rp135,86 miliar dari sebelumnya sebesar Rp190 miliar. Beberapa pos juga mengalami peningkatan terutama pada beban penjualan, beban lain-lain dan beban keuangan.

Adapun pada neraca keuangan, jumlah kewajiban per Juni 2025 tercatat sebesar Rp883,72 miliar dengan rician liabilitas jangka pendek sebesar Rp460,98 miliar dan liabilitas jangka panjang sebesar Rp422,74 miliar. Sementara itu jumlah ekuitas tercatat sebesar Rp1,04 triliun dengan total aset mencapai Rp1,92 triliun.