Logo Bloomberg Technoz

Prospek Batu Bara Suram, Laba UNTR Bisa Jeblok 2 Tahun ke Depan

Recha Tiara Dermawan
28 July 2025 14:00

Siswa belajar perawatan alat berat melalui VR di lembaga pendidikan kejuruan United Tractors di Jakarta. (Muhammad Fadli/Bloomberg)
Siswa belajar perawatan alat berat melalui VR di lembaga pendidikan kejuruan United Tractors di Jakarta. (Muhammad Fadli/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kinerja PT United Tractors Tbk (UNTR) diproyeksikan melemah dalam dua tahun ke depan, seiring dengan menurunnya prospek industri batu bara dan ketatnya persaingan di bisnis alat berat.

Dalam riset terbarunya, anals Stockbit Sekuritas Hendriko Gani menilai bahwa UNTR akan menghadapi tekanan laba secara berkelanjutan, meskipun tetap menawarkan valuasi menarik dan imbal hasil dividen yang tinggi.

Adapun tekanan utama terhadap kinerja UNTR bersumber dari prospek sektor batu bara yang kian menantang. Berdasarkan data Kementerian ESDM, produksi batu bara nasional diproyeksikan turun 11% secara tahunan pada 2025 menjadi 739,5 juta ton, jauh di bawah target Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) sebesar 917 juta ton.


Selain volume yang menurun, harga batu bara juga diperkirakan melandai di kisaran US$100–130 per ton, sehingga mempengaruhi permintaan jasa penambangan dan alat berat.

UNTR, yang bisnis intinya sangat erat dengan sektor batu bara, diprediksi akan terdampak langsung oleh kondisi ini.