Logo Bloomberg Technoz

Laba CLEO Semester I-2025 Turun 8% Meski Pendapatan Naik

Recha Tiara Dermawan
04 August 2025 09:40

Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Mahasiswa melihat layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (23/62025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO), produsen Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) merek Cleo, membukukan penurunan laba bersih pada paruh pertama 2025 meski mencatat pertumbuhan penjualan.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2025, laba bersih CLEO tercatat sebesar Rp207,5 miliar atau menyusut 8,2% dibandingkan Rp225 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan realisasi tersebut, laba bersih per saham CLEO menjadi Rp8,65.

Padahal, dari sisi penjualan, emiten milik pengusaha nasional Hermanto Tanoko tersebut mencatatkan pertumbuhan 5,4% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,37 triliun sepanjang Januari–Juni 2025. Peningkatan penjualan ini mencerminkan daya tahan permintaan di tengah proses normalisasi industri AMDK.


Penurunan laba bersih terjadi seiring tekanan pada margin profitabilitas. Meskipun laba kotor naik 3,1% yoy menjadi Rp783 miliar, EBITDA CLEO justru turun 2,8% menjadi Rp400 miliar. Margin EBITDA berada di level 28,6%, sedangkan net margin tercatat 14,8%.

Dari sisi neraca, per akhir Juni 2025, total aset CLEO mencapai Rp2,93 triliun dengan kas setara Rp43,7 miliar. Total utang jangka pendek tercatat Rp420,9 miliar dan utang jangka panjang Rp385 miliar, sementara ekuitas mencapai Rp2,13 triliun.