Meningkatnya kebutuhan batu bara di Amerika Serikat, jadi pendorongnya. Presiden Donald Trump telah mendukung bahan bakar tersebut seiring melonjaknya permintaan listrik. Di AS sendiri, penggunaan batu bara melonjak sebesar 12% pada paruh pertama tahun ini, didorong oleh meningkatnya kebutuhan listrik, menurut IEA.
Permintaan juga meningkat di Eropa, di mana produksi angin sejauh ini jauh lebih rendah dari rata-rata tahun ini. India kemungkinan juga akan mengalami peningkatan sebesar 1,3% sepanjang tahun ini.
Namun, 2025 masih belum menjadi tahunnya batu bara. Sepanjang tahun atau year to date (ytd), harga batu bara ambrol 15%.
Pasokan batu bara yang melimpah di tahun 2025 juga membuat harga batu bara lesu, terutama di China. Badan Energi Nasional atau National Energy Administration (NEA) di China tengah melakukan inspeksi selama sebulan penuh, termasuk di pusat–pusat produksi batu bara terbesar seperti Shanxi, Mongolia Dalam, dan Shaanxi, menurut dokumen dari lembaga tersebut tertanggal 10 Juli.
Pemberitahuan ini pertama kali beredar di media sosial China pada hari Selasa, dan sumber yang mengetahui hal tersebut kemudian mengonfirmasi keasliannya. Sikap itu disebut–sebut bentuk nyata keseriusan otoritas– bagian dari upaya penertiban aktivitas tambang berlebih yang dinilai telah menyebabkan distorsi pasar.
Analisis Teknikal Harga Batu Bara
Lantas bagaimana prediksi harga batu bara untuk hari ini? Apakah bisa naik lagi atau justru berbalik arah ke zona merah?
Secara teknikal dengan perspektif harian (time frame daily) batu bara masih bertengger di zona bullish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 55. RSI di atas 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Indikator Stochastic RSI juga mengonfirmasi posisi bullish, yang saat ini berada di 47.
Sedangkan indikator Average True Range (ATR) 14 hari ada di 1,76. Menunjukkan volatilitas harga batu bara bermanuver cepat.
Hari ini, harga batu bara masih ada peluang untuk lanjut menguat. Resistance paling potensial pada di rentang US$ 114 sampai dengan US$ 115/ton.
Target paling optimis harga batu bara ada di US$123,1/ton yang merupakan sMoving Average (MA) 200.
Adapun target support ada di level US$ 111 hingga 110/ton. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$ 107/ton yang menjauhi sMoving Average (MA) 100.
(fad)































