Logo Bloomberg Technoz

Untuk perdagangan hari ini, masih ada potensi harga batu bara bakal kembali menguat. Target resistance ada di US$113,9 sampai dengan 114,4/ton. Jika tertembus, posisi US$116 bisa menjadi target selanjutnya.

Target paling optimistis ada di US$123,3/ton yang merupakan sMoving Average (MA) 200-nya.

Sementara itu, support harga batu bara ada di range US$111,1/ton hingga support US$110,8/ton. Target paling pesimistis atau support terjauh adalah US$107,8/ton.

Tren Negatif Harga Batu Bara

Tahun ini, harga batu bara masih terjebak dalam tren negatif. Sepanjang 2025 atau year to date (ytd), harga batu bara masih minus mencapai 15%.

Pasokan yang melimpah menjadi faktor utama kejatuhan harga batu bara. Produksi batu bara China terus–menerus mencatatkan kenaikan, data Mei menunjukkan produksi batu bara naik 4% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

China digadang–gadang juga akan mencatatkan rekor produksi untuk tahun ketujuh berturut–turut pada 2025.

Di sisi lain, seperti yang dilaporkan Bloomberg, batu bara China yang sangat besar mendapat dorongan pemerintah yang eksplisit memerintahkan para penambang untuk meningkatkan produksi hingga mencapai rekor tertinggi.

Bukan tanpa alasan, produksi besar–besaran di China guna mencegah terulangnya pemadaman listrik yang terjadi di permulaan dekade ini.

Gelombang panas di China musim panas dapat memicu sedikit pemulihan permintaan dan harga batu bara, tetapi kelebihan pasokan bahan bakar fosil tersebut diperkirakan akan membatasi kenaikannya, menurut Bloomberg Intelligence.

(fad/wdh)

No more pages