Logo Bloomberg Technoz

Check menuturkan bahwa tahap pertama Bitcoin untuk mencapai US$200,000 adalah melampaui US$120,000. Hal tersebut telah terjadi pada 14 Juli 2025 lalu. Akan tetapi dia mengeklaim masih akan ada beberapa tahap lagi.

Check memperingatkan bahwa jika Bitcoin naik terlalu cepat tanpa dukungan yang kuat dan stabil, harganya dapat turun dengan cepat.

Bitcoin pada Kamis (24/7/2025) pukul 9.10 pagi waktu Indonesia bergerak melemah tipis 0,2% ke US$119.055. Meski demikian paramter waktu lain menunjukkan catatan positif. Dibandingkan satu bulan lalu Bitcoin masih memperoleh kenaikan 12,9%, dan sepanjang tahun ini (year to date/YTD) terjaga di +27,21%. Harga awal 2025 Bitcoin bergerak di kisaran US$93.462.

Level terbaik BTC sempat tercatat US$123.205,1. ATH Berjilid-jilid yang tercipta pada pekan ketiga Juli dipandang sebagai sinyal bahwa Bitcoin semakin menjadi instrumen lindung nilai dan aset penyimpanan, kata George Mandres, trader senior di XBTO Trading LLC, dilaporkan Bloomberg News.

Namun jelang tutup bulan Juli pasar cenderung mengarah ke bearish. Data pasar prediksi Myriad menyatakan sekitar 47% masih meyakini bahwa Bitcoin akan bertahan di ambang batas psychologically price.

Secara teknikal Bitcoin diramal tengah mengalami kompresi harga pada grafik candlestick 4 jam, menurut Indikator Squeeze Momentum—sebuah parameter pengukur waktu kompresi volatilitas akan melepaskan diri ke dalam pergerakan terarah— dilansir dari Decrypt, Rabu (23/7/2025).

Alcoin Ethereum (ETH), XRP, Binance Coin (BNB), dan Solana (SOL) pun memerah. Harga ETH -2,7% ke US$3.644 dalam 24 jam perdagangan terakhir. XRP tercatat anjlok 8,7% menjadi US$3,22.

Harga BNB turun 1,1% menjadi US$783,31, sementara SOL menurun 6% dalam 24 jam terakhir menjadi US$191. Dogecoin (DOGE) anjlok terdalam (-8,8%) ke US$0,244, Shiba Inu (SHIB) -8,7% dengan harga sementara di US$0,000014.

(wep)

No more pages