Logo Bloomberg Technoz

Menurut Yomiuri, Ishiba memutuskan bahwa ia kini dapat mengambil tanggung jawab atas hasil pemilu majelis tinggi karena telah ada kemajuan dalam isu yang menjadi perhatian utama.

Nilai tukar yen sempat melemah hingga 147,20 terhadap dolar AS setelah laporan mengenai kemungkinan pengunduran diri Ishiba beredar. Namun, mata uang tersebut sedikit menguat kembali tak lama setelahnya.

Surat kabar Sankei menyebutkan bahwa Ishiba akan membuat keputusan terkait posisinya pada akhir Agustus, mengingat sejumlah komitmen yang telah dijadwalkan sebelumnya di bulan itu. Jika ia mundur, LDP akan menggelar pemilihan pemimpin baru sekitar bulan September.

Untuk mengangkat pemimpin baru sebagai perdana menteri melalui parlemen, koalisi yang berkuasa perlu mendapatkan dukungan dari partai oposisi.

"Ini artinya kita memasuki periode spekulasi tentang siapa yang akan menjadi pemimpin berikutnya," kata William Chou, Wakil Direktur Japan Chair di Hudson Institute. "Saat ini, yang ada hanyalah banyak spekulasi."

Ishiba dan koalisinya kehilangan mayoritas di majelis tinggi, membuat LDP kini memerintah tanpa mayoritas di kedua kamar parlemen untuk pertama kalinya sejak partai itu didirikan pada 1955. Sebelumnya, Ishiba menyebut pembicaraan perdagangan sebagai alasan untuk tetap menjabat, namun tercapainya kesepakatan dengan AS justru membuka jalan bagi kemungkinan pengunduran dirinya.

Setelah kekalahan dalam pemilu, dukungan publik terhadap pemerintahan Ishiba anjlok. Survei utama menunjukkan tingkat kepuasan publik hanya sedikit di atas 20% — angka yang secara historis dianggap terlalu rendah bagi sebuah pemerintahan untuk bertahan.

(bbn)

No more pages