RI Tekan Produksi Batu Bara: Harga Tak Naik, Penambang Tumbang
Azura Yumna Ramadani Purnama
03 February 2026 12:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Indonesian Mining & Energy Forum (IMEF) menilai pemangkasan produksi batu bara pada tahun ini menjadi sekitar 600 juta ton dari total produksi pada 2025 sebanyak 790 juta ton belum tentu mengkerek harga komoditas tersebut di pasar global.
Ketua IMEF Singgih Widagdo berpendapat pengurangan volume produksi dari Indonesia di pasar global belum tentu membuat harga batu bara naik, sebab China dan India bakal menjaga harga batu bara untuk memastikan keberlanjutan sektor manufaktur negaranya.
Hal tersebut tecermin dari langkah China dan India yang berupaya meningkatkan produksi batu bara untuk menekan harga komoditas tersebut di pasar global.
Singgih justru mewaspadai efek domino bagi penambang domestik gegara pemangkasan produksi tersebut, sebab terdapat perusahaan yang target produksi 2026 dikurangi sebesar 60% hingga 80%.
“Negara importir besar, khususnya China dan India, memanfaatkan batu bara untuk menggerakkan sektor energi mereka, khususnya kebutuhan energi bagi manufaktur. Dengan kondisi global ekonomi saat ini, tentu ke dua negara ini dan bahkan negara importir lainnya, tentu akan menjaga harga energi bagi kepentingan manufaktur mereka,” kata Singgih ketika dihubungi, Selasa (3/2/2026).































