Logo Bloomberg Technoz

Bank Mandiri: Inflasi Terkendali Akibat Pasokan Pangan Kuat

Redaksi
03 February 2026 12:37

dok. Bank Mandiri
dok. Bank Mandiri

Bloomberg Technoz, Jakarta - Inflasi tahunan Indonesia meningkat pada awal 2026, namun dinilai masih berada dalam jalur yang terkendali dan memberi ruang bagi stabilitas ekonomi domestik. Tim riset ekonomi Bank Mandiri mencatat inflasi Januari 2026 mencapai 3,55% secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan Desember 2025 yang sebesar 2,92%.

“Inflasi tahunan tercatat sebesar 3,55% yoy pada Januari 2026. Realisasi inflasi tahunan ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Desember 2025 yang sebesar 2,92% yoy dan di atas inflasi Januari 2025 yang sebesar 0,76% yoy,” tulis laporan Office of Chief Economist Bank Mandiri, 3 Februari 2026.

Peningkatan inflasi tahunan tersebut dipengaruhi efek basis rendah tahun lalu, terutama karena adanya diskon listrik 50% pada periode yang sama. Secara struktural, tekanan harga terbesar datang dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang mencatat inflasi 15,22% secara tahunan akibat kenaikan harga emas perhiasan. Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi 11,93% secara tahunan.


Meski demikian, secara bulanan Indonesia justru mengalami deflasi. Badan Pusat Statistik mencatat Indeks Harga Konsumen Januari 2026 turun 0,15% dibanding bulan sebelumnya. Deflasi ini terutama dipicu melimpahnya pasokan pangan selama musim panen serta normalisasi tarif transportasi setelah lonjakan akhir tahun.

“Deflasi bulanan pada Januari 2026 terutama dipengaruhi oleh tingginya pasokan pangan selama musim panen dan normalisasi harga terkait transportasi setelah meningkat pada akhir tahun lalu,” tulis Bank Mandiri.