Grup Wijaya Karya (WIKA) Terpukul, Laba Terjun Bebas
Recha Tiara Dermawan
23 July 2025 09:48

Bloomberg Technoz, Jakarta - Tekanan keuangan kian masih membayangi PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) dan dua anak usahanya, Wika Beton (WWON) dan Wika Gedung (WEGE). Ketiganya kompak mencatatkan penurunan laba signifikan, bahkan berbalik rugi, di tengah pendapatan yang anjlok dan tekanan likuiditas yang kian dalam.
WIKA mencatatkan rugi bersih sebesar Rp1,66 triliun sepanjang Januari–Juni 2025, berbalik dari posisi laba Rp401,95 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Koreksi pendapatan sebesar 22,25% year-on-year (YoY) menjadi Rp5,85 triliun menjadi penyebab utama tergerusnya kinerja.
Meski beban pokok turun 21,82% YoY menjadi Rp5,39 triliun, laba kotor WIKA tetap menurun hingga 26,79% menjadi Rp472,56 miliar. Segmen infrastruktur dan gedung menjadi kontributor utama pendapatan, yakni Rp2,34 triliun, disusul industri Rp1,61 triliun, serta energi dan industrial plant Rp1,53 triliun.
Kondisi likuiditas makin menipis, kas dan setara kas tinggal Rp1,61 triliun, anjlok 77% dari Rp7,04 triliun setahun sebelumnya. Di sisi neraca, total aset turun 7,11% secara year-to-date (YtD) menjadi Rp59,03 triliun, liabilitas menyusut ke Rp48,87 triliun, dan ekuitas melemah 14,39% ke Rp10,16 triliun.
Meskipun tengah menempuh program penyehatan, WIKA baru membukukan kontrak baru senilai Rp3,37 triliun hingga Mei 2025, sebagian besar dari proyek swasta (46,15%) dan BUMN (30,43%). Beberapa proyek strategis yang diraih termasuk proyek irigasi di Kalimantan Tengah dan pengendalian banjir di Jawa Tengah.

































