Logo Bloomberg Technoz

Di pasar Asia, mayoritas mata uang yang sudah diperdagankan bergerak menguat dipimpin oleh baht. Baht melesat 0,43%, disusul ringgit 0,15%, won 0,13%, yen 0,12% dan yuan offshore 0,02%.

Pasar masih diliputi kekhawatiran akan masa depan independensi bank sentral AS, Federal Reserve. 

Trump kemarin mengulangi lagi kritiknya dengan mengatakan bahwa Powell, "telah melakukan pekerjaan yang buruk, tetapi dia akan segera lengser - dalam delapan bulan dia akan lengser."

Trump mengatakan keyakinannya bahwa suku bunga The Fed seharusnya 3 poin persentase lebih rendah dari posisi saat ini di 4,25%. 

Sementara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dalam acara yang sama di Ruang Oval, mengatakan bahwa berdasarkan cara The Fed memangkas suku bunga pada musim gugur tahun lalu, bank sentral tersebut seharusnya memangkas suku bunga sekarang.

Namun, dalam wawancara dengan Fox Business pada Selasa, Bessent melontarkan dukungannya pada Powell. "Tidak ada yang memberi tahu saya bahwa dia [Powell] harus mundur sekarang," kata Bessent.

Bessent melanjutkan, masa jabatan Powell akan berakhir bulan Mei. "Jika dia ingin melanjutkan, saya rasa dia harus melanjutkannya. Jika dia ingin pergi lebih awal, saya rasa dia harus melakukannya," kata Bessent.

Di sisi lain, pasar juga mendapati bahwa Jepang dan AS telah mencapai kesepakatan dagang dengan pengenaan tarif penjualan barang dari Negeri Sakura ke Negeri Paman Sam akan dikenakan sebesar 15%, seperti diumumkan oleh Trump.

Jepang juga akan berinvestasi sebesar US$ 500 miliar pada AS. Trump bilang, sebagai bagian dari kesepakatan, Jepang juga harus membuka negaranya terhadap impor mobil dari AS juga impor komoditas pertanian tambahan.

Defisit APBN

Dari dalam negeri, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan proyeksi defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 akan meningkat mencapai 2,78% terhadap produk domestik bruto (PDB). Angka ini lebih besar dibanding target semula di level 2,53%.

Hal ini disampaikan Bendahara Negara saat menghadap dan melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam (23/7/2025).

"Saya juga melapor kepada Bapak Presiden mengenai pembahasan di DPR mengenai APBN 2025, terutama pembahasan sesudah laporan semester. Kami menyampaikan bahwa tahun ini 2025 outlook dari APBN akan mencapai defisit 2,78% dari PDB, itu karena dari sisi penerimaan maupun dari sisi belanja negara," papar Sri Mulyani, Selasa (23/7/2025).

Selain itu, Sri Mulyani juga melapor kepada pimpinan negara bahwa DPR dan pemerintah telah membahas terkait beberapa kemajuan dari beberapa program unggulan pemerintah.

(rui)

No more pages