Logo Bloomberg Technoz

Waspada, Kebijakan Dagang dengan AS Ganggu Kinerja Sektor Jasa RI

Sultan Ibnu Affan
21 July 2025 15:30

Ilustrasi ekspor impor atau ekonomi. (Bloomberg)
Ilustrasi ekspor impor atau ekonomi. (Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengkhawatirkan kebijakan perdagangan Indonesia yang longgar untuk Amerika Serikat (AS) sebagai bagian dari negosiasi tarif akan berdampak negatif pada sektor jasa di dalam negeri.

Kepala Departemen Makroekonomi Indef Muhammad Rizal Taufikurrahman mencontohkan, hal ini akan terjadi pada sektor jasa teknologi, informasi, dan komunikasi atau ICT dalam negeri. Pasalnya, sektor jasa ICT nasional akan tersaining dengan inovasi ICT asal AS melalui raksasa teknologi Apple Inc.

"Selama ini kita memang cukup bergantung, dan sepertinya tidak ada pilihan lain selain menggunakan ICT dari AS. Belum lagi nanti ada produk iPhone baru, akan duluan masuk ke kita dengan nol tarif, itu kan mereka juga ada perangkat lunaknya yang akan berkembang," ujar Rizal dalam Diskusi Publik secara daring, Senin (21/7/2025)


Rizal mengatakan, Indonesia belakangan memang telah menjadi pasar produk iPhone, yang selama ini juga telah diberikan kemudahan oleh pemerintah untuk menjual barangnya di dalam negeri.

Tetapi, kata dia, produk gawai terkemuka tersebut juga turut membawa sejumlah perangkat lunak yang mengikutinya. Hal ini dikhawatirkan semakin menambah ketergantungan Indonesia terhadap seluruh produk ICT yang berasal dari Negeri Paman Sam.