Logo Bloomberg Technoz

“Pada pekan ini, fokus perhatian pasar tetap akan tertuju pada perkembangan tarif dan potensi tercapainya kesepakatan dagang antara AS dengan mitra dagangnya. Uni Eropa sedang berupaya untuk mencapai kesepakatan dagang dengan AS sebelum batas waktu 1 Agustus 2025 di mana akan berlaku tarif sebesar 30%,” tambah riset Phintraco. 

Pelaku pasar, sambung riset Phintraco,  juga akan mencermati kelanjutan musim laporan keuangan (earnings season) di Wall Street. Beberapa data indikator ekonomi AS yang akan dicermati investor pada pekan ini di antaranya Purchasing Managers’ Index (PMI), durable goods orders, serta existing dan new home sales

Untuk perdagangan hari ini, Senin (21/7/2025), Phintraco menilai ada risiko ambil untung (profit taking) yang bisa menggerus IHSG. Untuk minggu ini, beberapa saham yang bisa menjadi perhatian adalah BIRD, PGAS, ULTJ, DATA, dan DEWA.

BRI Danareksa Sekurita juga memperkirakan IHSG bisa tertekan hari ini. Sebab, penguatan IHSG akhir pekan lalu tertahan di area resisten 7.374 dan membentuk pola candlestick inverted hammer.

“Mengindikasikan potensi tekanan jual. Jika terjadi koreksi, Indeks berpeluang menguji support terdekat di area 7.240,” ungkap riset tersebut.

Saham-saham pilihan BRI Danareksa Sekuritas untuk perdagangan hari ini di antaranya BRMS, JPFA, dan ELSA.

Kemudian riset CGS International Sekuritas Indonesia menulis IHSG sudah masuk teritori jenuh beli (overbought). Ini bisa menjadi katalis terjadinya koreksi.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah  dengan kisaran support 7.260-72.05 dan resistenn 7.365-7.415," tulis riset CGS. 

Rekomendasi saham dari CGS untuk hari ini adlaah SCMA, PGAS, SRTG, BRMS, ISAT, dan ARCI.

(aji)

No more pages