Logo Bloomberg Technoz

Dokter Klaim Fruktosa di Coca-Cola Lebih Baik dari Gula Tebu

Farid Nurhakim
18 July 2025 15:50

Coca-Cola. (Sumber: Bloomberg)
Coca-Cola. (Sumber: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit (RS) Hermina Depok, Aru Ariadno mengatakan bahwa minuman pemanis yang lebih aman untuk dikonsumsi adalah yang mengandung fruktosa daripada gula tebu, serta tak ada yang lebih sehat dari keduanya.

Hal ini menanggapi adanya permintaan dari Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar Coca-Cola memakai gula tebu asli dalam produknya.

Sedangkan menurut situs resminya, Coca-Cola versi original yang telah beredar di AS saat ini menggunakan sirup jagung fruktosa tinggi (high-fructose corn syrup), pemanis yang umum digunakan dalam produk kemasan karena lebih tahan lama, lebih manis, dan lebih murah dibanding gula biasa. 


“Ya sebenarnya bukan yang lebih sehat, yang lebih aman tuh fruktosa. Karena fruktosa sama tubuh akan dibutuhkan proses lebih panjang untuk membentuk menjadi gula,” kata Aru saat dihubungi Bloomberg Technoz pada Jumat (18/7/2025).

Kemudian dia menjelaskan bahwa gula tebu mengandung sukrosa gabungan antara glukosa dan fruktosa, tetapi kadar glukosanya terbilang tinggi. Sementara itu, fruktosa memiliki kandungan gula yang terdapat pada buah-buahan saja atau tanpa glukosa.