Berdasarkan data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per hari ini, harga rerata nasional GKP dan GKG saat ini memang tercatat menurun masing-masing 0,74% dan 0,94%.
Angka itu berbanding terbalik dengan harga beras di tingkat konsumen yang justru naik 1,93% pada periode yang sama, diikuti beras medium yang juga naik 2,36%, serta beras SPHP yang juga naik 0,68%.
"Kami cek ini ada anomali. Kalau tingkat petani turun, berarti konsumen harus turun dong. Kami cek semua, ternyata anomalinya seperti ini; bahwa beras curah dijadikan medium dan premium. Jadi itu awal mulanya," tutur Amran.
Kementan sendiri sebelumnya mengungkapkan terdapat 10 produsen beras besar dengan total jumlah 212 merek melakukan praktik 'culas' dengan memanipulasi harga hingga kemasan beras subsidi.
"Ada yang volumenya dikurangi, ada yang kualitasnya dikurangi. Harusnya dia beras curah, tapi ditulis premium. Harusnya beras curah, tapi ditulis medium. Itu ada 212 merek," ujar Amran, belum lama ini.
(ain)





























