“Jadi nggak dikotomis ini. Bukan nggak ada lalu pergi ke luar, tapi ini opsi-opsi. Dan kita dengan globalisasi, dengan terkoneksinya antar negara hari ini kan banyak kesempatan di luar yang kalau nggak diambil itu kan sayang,” ucap dia.
Karding sendiri telah mengklarifikasi pernyataanya yang menimbulkan anggapan bahwa dirinya ‘mengusir’ masyarakat untuk bekerja di luar negeri, menurutnya pernyataan sebelumnya tersebut bukan merupakan paksaan ataupun pengusiran.
Dia mengklaim, pernyataannya terkait meminta masyarakat bekerja di luar negeri merupakan dorongan agar masyarakat mendapatkan pilihan lapangan pekerjaan seluas-luasnya.
“Ibarat makanan, ini hanya pilihan. Kalau ada yang mau kerja ke luar negeri, silakan. Tidak ada yang larang. Hubungi kami, nanti kami bantu atur. Gajinya besar, iya. Tapi lebih dari itu, ada transfer pengalaman, pengetahuan, keterampilan, hingga jaringan internasional,” kata Karding dalam siaran pers, beberapa waktu lalu.
(azr/frg)































