Logo Bloomberg Technoz

Persaingan Ketat, Apindo Beber Upaya Selamatkan Industri Tekstil

Pramesti Regita Cindy
03 February 2026 09:50

Pedagang bahan kain tekstil menunggu pembeli di Cipadu, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)
Pedagang bahan kain tekstil menunggu pembeli di Cipadu, Kota Tangerang, Banten, Senin (19/1/2026). (Bloomberg Technoz/ Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Asosiasi Pengusaha  Indonesia (Apindo) membeberkan sejumlah strategi agar industri tekstil nasional tetap bertahan di tengah ketatnya persaingan global dan tekanan biaya produksi.

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani menilai, saat ini industri tekstil Indonesia tengah memasuki fase konsolidasi. Kondisi tersebut membuat pelaku usaha berskala kecil semakin sulit bertahan, sementara perusahaan besar dinilai masih memiliki ruang untuk terus beroperasi.

"Jadi yang survive yang gede-gede. Dan kita juga mesti melihat banyak sekali konsolidasi tadi. Apakah mungkin ada yang lagi dikumpulkan [untuk konsolidasi], [atau] ada yang udah mesti berhenti," kata Shinta di Menara Kadin, Jakarta, dikutip Selasa (3/2/2026).


Menurut Shinta, faktor paling krusial bagi keberlangsungan industri tekstil saat ini adalah pasar. Karena itu, pelaku usaha terus mendorong penguatan ekspor, terutama ke pasar-pasar utama seperti Amerika Serikat dan Eropa yang selama ini menjadi tujuan ekspor terbesar produk tekstil dan garmen Indonesia.

Selain itu, ia menambahkan, Indonesia sejatinya masih menjadi basis produksi yang menarik bagi brand-brand global. Sebab, kualitas produk tekstil nasional dinilai baik, ditopang standar keberlanjutan dan environmental, social, and governance (ESG) yang semakin kuat.