Logo Bloomberg Technoz

Istana Bela Menteri Karding Soal Dorong WNI Kerja di Luar Negeri

Azura Yumna Ramadani Purnama
08 July 2025 17:10

Politisi PKB Abdul Kadir Karding bertemu dengan Prabowo Subianto di Kertanegara, Senin (14/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Politisi PKB Abdul Kadir Karding bertemu dengan Prabowo Subianto di Kertanegara, Senin (14/10/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Istana melalui Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) mengklarifikasi pernyataan kontroversial Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding. Hal ini merujuk pada pernyataan politikus PKB tersebut yang mendorong masyarakat Indonesia mencari kerja di luar negeri sebab dapat menjadi alternatif di tengah tingginya kebutuhan lowongan kerja di dalam negeri.

Kepala PCO Hasan Nasbi mengklaim pernyataan Karding tak berkaitan dengan minimnya jumlah lapangan pekerjaan di Indonesia. Padahal, pemerintah memiliki sejumlah janji kampanye untuk memenuhi kebutuhan lapangan pekerjaan di tengah isu dan kabar PHK massal.

“Lapangan kerja di Indonesia ada. Tapi ada pilihan di luar negeri yang menarik kan nggak apa-apa. Jadi kan kita sudah terbiasa juga dengan budaya merantau. Jadi bukan karena tidak ada lapangan kerja di dalam negeri, tapi ada opsi yang menarik itu kan baik juga untuk diambil,” kata Hasan kepada awak media, di kantornya, Selasa (08/07/2025).


Menurut dia, dorongan bekerja di luar negeri justru mendorong masyarakat masuk dalam kompetisi kerja yang lebih luas. Di satu sisi, kata dia, ada sejumlah negara yang memang tengah mengalami krisis tenaga kerja karena turunnya jumlah usia produktif. Di sisi lain, bisa menjadi kesempatan menunjukkan kualitas SDM dari Indonesia.

Soal lapangan kerja, Hasan pun mengklaim hingga Februari 2025 sudah tercipta 3,6 juta lapangan kerja secara tahunan, atau sejak Februari 2024.