Logo Bloomberg Technoz

DPR Tanggapi Dampak Negosiasi Vietnam-AS bagi Indonesia

Merinda Faradianti
03 July 2025 13:08

Lanjut Negosiasi Dagang, Ini Daftar Permintaan RI kepada AS (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)
Lanjut Negosiasi Dagang, Ini Daftar Permintaan RI kepada AS (Bloomberg Technoz/Arie Pratama)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Ketua Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Mukhamad Misbakhun menilai Vietnam akan menjadi kompetitor Indonesia di dalam urusan ekspor di kawasan global.

Hal itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang dengan Vietnam setelah beberapa waktu melakukan negosiasi tarif. AS mengenakan tarif 20% pada barang impor asal Vietnam.

Sementara itu, tarif 40% akan dikenakan untuk barang yang dianggap sebagai hasil transshipment, atau barang yang diangkut dari negara lain, terutama China yang hanya dirakit secara minimal di Vietnam sebelum diekspor ke AS. Sebagai bagian dari kesepakatan, Vietnam disebut setuju menghapus seluruh tarif untuk produk asal AS.


Sebagai catatan, pemerintah Indonesia sudah memiliki penawaran kedua untuk negosiasi tarif perdagangan dengan AS. Hal ini dilakukan di tengah berakhirnya batas waktu 9 Juli 2025 yang diberikan kepada berbagai negara untuk mencapai kesepakatan dengan AS agar terhindar dari kenaikan tarif. 

"Itu kan mau tidak mau Indonesia harus membangun kesepakatan dengan AS. Indonesia kan belum, sedang dalam proses," katanya kepada Bloomberg Technoz saat ditemui di DPR/MPR, Kamis (3/7/2025).