Logo Bloomberg Technoz

Budi pun mendorong seluruh pemerintah, donor, dan para pelaku kesehatan global supaya memastikan tak ada perempuan yang tertinggal dalam mengakses layanan. “Kita tidak bisa menunggu sepuluh atau lima belas tahun lagi. Dengan kemajuan vaksin, skrining, dan pengobatan saat ini, kita memiliki alat untuk menyelamatkan jutaan jiwa—jika kita bertindak sekarang,” ucap Budi.

Di Indonesia, pemerintah mengeklaim telah memiliki pelbagai komitmen yang dibuat pada pilar pencegahan, skrining, dan pengobatan, tercantum dalam Rencana Aksi Nasional Pengendalian Kanker (RAN Kanker) 2025-2034. Indonesia juga bakal beralih ke jadwal vaksin human papillomavirus (HPV) dosis tunggal atau satu dosis pada akhir tahun ini. 

Di samping itu, dalam Forum Bali yang digelar memperlihatkan sebanyak 75 negara sudah mengadopsi jadwal vaksin HPV dosis tunggal, sehingga bisa memperluas akses dan menurunkan biaya. Di Afrika, cakupan dosis pertama vaksin HPV naik dari 28% pada 2022 menjadi 40% pada 2023 lalu. 

Pada forum tersebut pun diperoleh serangkaian komitmen dari negara-negara, donor, dan mitra. Komitmen ini termasuk perluasan akses vaksin HPV secara luas, transisi ke regimen dosis tunggal, serta perluasan program nasional skrining dan pengobatan kanker serviks. 

Tak hanya itu, sektor swasta juga menyampaikan dukungan kuat dengan komitmennya untuk bekerja sama dengan negara-negara khususnya negara dengan kategori berpenghasilan rendah dan menengah. Hal ini bertujuan untuk menyediakan solusi diagnostik yang terjangkau demi meningkatkan cakupan skrining. 

Sebagai informasi, acara ini menghimpun sekitar 300 peserta dari 17–19 Juni 2025 di Bali, dan menjadi wadah guna mendorong komitmen baru serta memperkuat komitmen yang telah ada dalam rangka eliminasi kanker serviks. Forum ini bertujuan mempercepat kemajuan dalam menurunkan angka kematian akibat kanker sebesar sepertiga pada 2030 mendatang serta mendukung pencapaian target global strategi WHO. 

Antara lain 90% cakupan vaksinasi HPV untuk anak perempuan usia 15 tahun, 70% perempuan mendapat skrining lewat tes berkinerja tinggi pada usia 35 dan 45 tahun, dan 90% perempuan yang terdiagnosis penyakit serviks memperoleh pengobatan yang efektif. Forum ini dihadiri oleh delegasi tingkat tinggi di bidang kesehatan termasuk Menkes Fiji, Kiribati, Papua Nugini, Rwanda, Timor-Leste, dan Vanuatu, wakil menteri dari Kosta Rika, Paraguay, dan Afrika Selatan, perwakilan dari negara-negara lain, para tokoh bidang kesehatan global, lembaga internasional, organisasi masyarakat sipil, akademisi, hinga sektor swasta.

(far/spt)

No more pages