“Dapat kami sampaikan bahwa terkait dengan penunjukan Dewan Komisaris, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), sebagaimana sesuai juga dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara,” ujar Niko saat dikonfirmasi Bloomberg Technoz, Rabu (11/6/2025).
Sementara itu, ANTM menjadwalkan tujuh mata acara dalam RUPST. Namun hingga berita ini ditulis, ANTM belum memberikan komentar terkait dengan perubahan sususan pengurus.
TNI Jadi Petinggi BUMN
Sejumlah BUMN, baik yang masih menjadi perusahaan tertutup maupun yang sudah tercatat di BEI, sudah lebih dulu menyematkan TNI dalam jajaran pengurus.
Salah satunya, PT Timah Tbk (TINS). Dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 2 Mei lalu, TINS mengangkat Restu Widiyantoro, seorang perwira TNI, sebagai Direktur Utama.
Mengutip laman resmi TINS, Restu Widiyantoro merupakan purnawirawan TNI dengan pangkat terakhir Kolonel Infanteri. Dalam karier militernya, ia pernah dipercaya memimpin Kontingen Garuda dalam misi perdamaian PBB, menjabat sebagai Inspektur Kodam VI/Mulawarman, serta Komandan Korem 022/Pantai Timur.
Di luar dunia militer, Restu juga memiliki pengalaman di sektor korporasi. Dia pernah menjabat sebagai Manajer Keamanan di PT Pertamina (Persero) selama periode 2016 hingga 2020.
Senada, MIND ID sebagai induk juga menunjuk purnawirawan TNI Angkatan Udara sebagai Direktur Utama, yaitu Maroef Sjamsoeddin. Sebelum menjabat Dirut MIND ID, Maroef sempat mencicipi kursi Presdir PT Freeport Indonesia selama setahun setelah sebelumnya merupakan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) dari tahun 2011 hingga 2014.
Selain TINS dan MIND ID, sejumlah kursi petinggi BUMN juga diketahui diisi oleh anggota TNI, seperti Komisaris Utama PT Pindad yang diisi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak.
Selanjutnya jabatan eksekutif BUMN PT PAL juga diisi oleh dua orang anggota TNI, yaitu Laksamana TNI Muhammad Ali sebagai Komisaris Utama PT PAL dan Laksamana Muda TNI Harsono sebagai Komisaris Independen.
Ada pula Komut PT Dirgantara Indonesia diisi oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara Tonny Harjono dan Wakil Komut diduduki Marsda TNI (Purn) Bonar Halomoan Hutagaol, serta Marsda TNI (Purn) Oki Yanuar sebagai Komisaris PT DI.
BUMN tambang lainnya pun tak luput dari campur tangan TNI, seperti Komisaris Utama PT Inalum yang diisi oleh Mayjen TNI Purn Musa Bangun. Terakhir, Mayor Jenderal TNI (Purn) Dody Usodo Hargo menjabat sebagai Komisaris Utama PT ADHI Karya Tbk (ADHI).
*Dengan Asistensi Recha Tiara Darmawan*
(dhf)






























