Profil Bank Woori Saudara, Awal Hadir, Merger Hingga Dugaan Fraud
Merinda Faradianti
10 June 2025 11:35

Bloomberg Technoz, Jakarta - Perbankan asal Korea Selatan yang beroperasi di Indonesia, PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) sedang dilanda skandal dugaan fraud. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun buka suara dan menyatakan indikasi fraud tersebut terjadi melalui transaksi negotiable Letter of Credit (LC) jatuh tempo terhadap satu debitur bank.
Dilansir dari laman resmi Bank Woori Saudara, pada Selasa (10/6/2025), lembaga keuangan ini didirikan dengan nama awal Himpoenan Saudara. Perkumpulan Himpoenan Saudara ini pertama kali mendapatkan izin melakukan kegiatan usaha sebagai bank tabungan pada tahun 1955.
Kemudian, pada tahun 1974 dilakukan perubahan bentuk hukum menjadi perseroan terbatas dengan nama PT Bank Tabungan HS 1906. Lalu, pada awal tahun 2014 bank menjalin kerja sama strategis dengan Woori Bank Korea.
Hal ini ditandai dengan bergabungnya Woori Bank Korea dan PT Bank Woori Indonesia (sebagai anak perusahaan) sebagai pemegang saham bank. Di akhir 2014, PT Bank Woori Indonesia secara resmi melakukan merger atau penggabungan usaha ke dalam bank tertanggal 30 Desember 2014.
Dengan demikian, nama PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk berubah menjadi PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk. Saat ini hingga Maret 2025, 90,75% saham dipegang oleh Woori Bank Korea dan 9,25% saham dipegang oleh publik.





























