Logo Bloomberg Technoz

Surplus Dagang Anjlok Terendah Sejak 2019, Saham & SUN Dilepas

Redaksi
02 June 2025 11:38

Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Karyawan di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (24/3/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Lonjakan impor pada bulan April mengikis nilai surplus dagang Indonesia ketika laju ekspor pada saat yang sama bertahan stabil.

Nilai surplus dagang RI pada April tercatat hanya US$ 158,8 juta, jauh di bawah perkiraan pasar yang memprediksi masih akan ada surplus sebesar US$ 2,8 miliar.

Capaian surplus dagang pada April tersebut juga anjlok tajam dibanding kinerja bulan sebelumnya di mana nilai surplus mencapai US$ 4,32 miliar.


Melihat data ke belakang, nilai surplus dagang RI pada April 2025 adalah yang terendah sejak Oktober 2019. Ketika itu surplus dagang RI cuma tercatat sebesar US$ 122 juta.

Sedangkan pada April 2020, neraca dagang mencatat defisit US$ 375 juta akibat guncangan pandemi Covid-19 yang menjadi defisit terakhir kali dan bertahan surplus selama 60 bulan tanpa putus sampai April lalu.

Surplus dagang pada April 2025 menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir (Riset Bloomberg Technoz)