Pasar merespon data itu dengan melanjutkan aksi jual saham di pasar serta melepas surat utang negara. Rupiah bergerak melemah.
IHSG tergerus 1,7% ketika data kinerja perdagangan RI diumumkan, menyentuh level 7.052 pada pukul 11:20 WIB, lebih dari setengah jam sebelum sesi pertama berakhir.
Sedangkan yield Surat Utang Negara mayoritas bergerak naik sejak pagi tadi. Yield SUN 2Y naik 2,4 basis poin, bersama tenor 5Y yang melompat imbal hasilnya hingga 4,2 bps. Sedangkan tenor 10Y naik 2,9 bps menyentuh 6,866% siang ini.
Rupiah bergerak di kisaran Rp16.305/US$, mencerminkan pelemahan 0,09%, sedikit membaik dibanding sebelumnya sempat ambles ke level Rp16.333/US$.
Siang ini di Jakarta, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini mengumumkan kinerja perdagangan Indonesia pada bulan April.
Kinerja nilai ekspor Indonesia pada April 2025 tercatat sebesar US$20,74 miliar, atau meningkat 5,76% dibandingkan April 2024.
Peningkatan nilai ekspor Apr 2025 terutama didorong kenaikan ekspor nomigas, yakni komoditas mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya naik 59,67% dengan andil 3,01%. Kemudian berbagai produk kimia yang naik 57,41% dengan andil 1,34%, serta bahan kimia anorganik naik 91,35% dengan andil 0,84%.
Sementara kinerja impor pada April tercatat sebesar US$20,59 miliar, naik 21,84% dibandingkan April 2024. Demikian juga dengan impor nonmigas naik 29,86% menjadi US$18,07 miliar.
* koreksi pada nilai surplus terendah dan penambahan pada periode surplus neraca dagang.
(rui)





























