Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Proyeksi Indonesia Deflasi secara Bulanan pada Mei 2025

Dovana Hasiana
30 May 2025 10:50

Pengunjung beraktivitas di jembatan salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat, Minggu (14/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pengunjung beraktivitas di jembatan salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Barat, Minggu (14/4/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan ekonom memproyeksikan Indonesia akan mengalami deflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) dan inflasi secara tahunan (year-on-year/yoy) pada Mei 2025. Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede memproyeksikan Indonesia akan mengalami deflasi secara bulanan dengan estimasi sebesar -0,27% (mtm) pada Mei 2025, setelah pada April tercatat inflasi tinggi 1,17% (mtm) akibat lonjakan musiman selama periode Idulfitri. 

Penurunan harga ini terutama didorong oleh normalisasi harga pangan pasca-Idulfitri, termasuk penurunan harga komoditas pangan bergejolak (volatile food) seperti cabai merah dan cabai rawit. "Sementara itu, komoditas pangan utama seperti beras dan produk unggas diperkirakan masih mencatatkan inflasi, tetapi dalam skala moderat," ujar Josua kepada Bloomberg Technoz, Jumat (30/5/2025).

Di luar kelompok pangan bergejolak, harga yang diatur pemerintah (administered prices) juga mengalami deflasi, meskipun tidak sedalam kelompok pangan. Hal ini disebabkan oleh turunnya harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi akibat pelemahan harga minyak global pada April 2025 serta penurunan tarif angkutan udara menyusul berakhirnya lonjakan permintaan saat Idulfitri.


Secara tahunan, inflasi umum diperkirakan melandai menjadi sekitar 1,70% (yoy) pada Mei 2025 dari 1,95% (yoy) pada bulan sebelumnya. Inflasi inti (core inflation) juga diproyeksikan turun tipis ke 2,43% (yoy) pada Mei 2025 dari 2,48% (yoy) pada bulan sebelumnya, seiring dengan turunnya harga emas domestik dan penguatan nilai tukar rupiah di tengah meredanya tensi dagang global. 

"Jika proyeksi ini terealisasi, maka tren penurunan inflasi tetap konsisten dengan tekanan harga yang rendah pada semester I-2025," ujarnya.