Logo Bloomberg Technoz

Penguatan IHSG Terpangkas Dibayangi Data Neraca Dagang RI

Muhammad Julian Fadli
04 May 2026 17:50

Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pekerja di depan layar indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (1/9/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,22% di posisi 6.971,95 pada Senin (4/5/2026). Padahal IHSG sempat mencatatkan penguatan 1% pagi tadi, tersengat sentimen neraca perdagangan Indonesia per Maret 2026 yang mengalami penyusutan nilai surplus.

Pada penutupan perdagangan IHSG masih mampu menghijau biarpun penguatannya terpangkas dari yang sempat menguat hingga 1% lebih dengan posisi tertinggi 7.069,69 intraday, rentang perdagangan terjadi sampai dengan terendahnya 6.946,05.

IHSG Penutupan Sesi II pada Senin 4 Mei 2026 (Bloomberg)

Total transaksi perdagangan sepanjang hari mencapai Rp21,17 triliun, dari sejumlah 60,31 miliar saham yang ditransaksikan. Dengan frekuensi mencapai 2,44 juta kali diperjualbelikan.


Tercatat masih ada penguatan sebanyak 327 saham, dan sejumlah 357 saham terjadi pelemahan. Sedang 134 saham stagnan.

Saham–saham konsumen non-primer, saham konsumen primer, dan saham infrastruktur menjadi penopang utama kenaikan IHSG di zona hijau dengan menguat mencapai 2,52%, 1,52% dan 0,96%.