Lalu rerata harga cabai merah keriting sepanjang Mei adalah Rp 50,018/kg. Sebanyak 906% di bawah HAP nasional.
Sementara harga daging sapi murni pada Mei ada di Rp 135.449/kg. Ekuivalen dengan 3,25% di bawah HAP nasional.
Sedangkan rata-rata harga daging ayam ras sepanjang Mei adalah Rp 34/799/kg. Artinya, 13% di bawah HAP nasional.
Adapun harga telur ayam ras pada Mei adalah Rp 29.109/kg. Sama dengan 3,97% di bawah HAP nasional.
Inflasi Tahunan
Tidak hanya bulanan, laju inflasi secara tahunan pun sepertinya akan melambat. Konsensus Bloomberg yang melibatkan 22 analis/ekonom menghasilkan perkiraan inflasi Mei sebesar 1,83% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy).
Jika terjadi, maka akan lebih rendah ketimbang April yang sebesar 1,95% yoy.
Sementara konsensus Bloomberg yang melibatkan 14 ekonom/analis menghasilkan median proyeksi inflasi inti (core) sebesar 2,5% yoy pada Mei. Jika terwujud, maka tidak ada perubahan dibandingkan April.
Selain penurunan harga berbagai sembako, ada anggapan bahwa penurunan daya beli membuat laju inflasi Indonesia terhambat. Permintaan yang masih lemah membuat dunia usaha tidak berani menaikkan harga jual barang dan jasa.
Ekonom sekaligus Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2025 berada di kisaran 4,6-4,7%. Proyeksi pertumbuhan ini melambat dari pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 yang diketahui sebesar 4,87%.
"Perlu diwaspadai sisi konsumsi rumah tangga, karena gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terjadi makin menekan daya beli. Kuartal II sudah tidak ada lebaran, jadi ekspektasi pertumbuhan konsumsi rumah tangga akan lebih rendah dari kuartal I," papar Bhima.
Bhima menyebut, proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2025 berada di level 4,7%. Sedangkan, pertumbuhan ekonomi pada tahun depan berada di level 4,8-4,9%.
Dia menyebut, cara untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi di periode selanjutnya adalah dengan mendorong realisasi belanja pemerintah. Terutama belanja modal, karena hal ini akan menciptakan lapangan kerja yang lebih banyak.
"Tunda pembahasan rancangan undang-undang (RUU) yang buat gaduh seperti RUU Polri dan RUU KUHAP. Masyarakat butuh stabilitas politik untuk membelanjakan uangnya. Rekrut karyawan BUMN lebih banyak, terutama korban PHK yang berusia di atas 30 tahun," sebutnya.
"Tingkatkan ekspor ke China untuk manfaatkan meredanya perang dagang AS-China. Pemerintah juga jangan agresif menerbitkan surat utang karena akan mengganggu likuiditas perbankan dan masyarakat," pungkasnya.
- Dengan asistensi Muhammad Julian dan Merinda Faradianti -
(aji)




























