Logo Bloomberg Technoz

Tak hanya regulator, perusahaan sekuritas dan fintech pun diharapkan berperan aktif dalam mendorong literasi keuangan. Penyediaan fitur simulasi trading, artikel edukatif dalam aplikasi, serta layanan nasihat berbasis profil risiko menjadi beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan.

Para ahli menekankan bahwa literasi keuangan bukan sekadar tahu cara membeli saham. Itu mencakup perencanaan keuangan, manajemen risiko, diversifikasi portofolio, hingga pemahaman atas tujuan investasi, apakah jangka pendek, menengah, atau panjang.

Generasi muda disarankan memulai investasi dengan produk sederhana seperti reksa dana saham, melakukan riset mandiri, mengikuti kelas atau webinar resmi dari OJK dan BEI, serta menggunakan “uang dingin” – dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat.

"Berinvestasi bukan soal cepat kaya, tapi tentang membangun aset secara terencana. Dari FOMO ke literasi, inilah transformasi yang perlu diwujudkan agar pasar modal Indonesia tumbuh lebih sehat dan inklusif," tutup laporan itu.

(tim)

No more pages