Permasalahan pendanaan menjadi krusial karena miliaran dolar bantuan yang sebelumnya mengalir sejak invasi skala penuh Rusia pada 2022 kini mulai menipis, sementara tanda-tanda akhir konflik masih belum terlihat.
Zelenskiy menyebut aset Rusia yang dibekukan dapat menjadi salah satu sumber pendanaan, dan berencana mendesak negara-negara anggota G-7 untuk mempercepat langkah mereka. Tahun lalu, G-7 telah menyusun rencana paket pinjaman senilai €50 miliar yang akan dijamin dari keuntungan aset Rusia senilai sekitar US$300 miliar yang terkena sanksi.
Zelenskiy mengatakan ia berencana menghadiri pertemuan puncak para pemimpin G-7 — yang terdiri dari AS, Inggris, Jerman, Prancis, Italia, Kanada, dan Jepang — di Alberta, Kanada, bulan depan.
“Ada aset-aset Rusia dari negara yang membawa perang ke wilayah kami,” ujarnya. “Saya percaya ada banyak instrumen yang bisa digunakan untuk membiayai upaya perang Ukraina.”
Zelenskiy juga menekankan perlunya peningkatan stok drone militer Ukraina hingga 1.000 unit, serta meningkatkan jumlah operasi drone terhadap Rusia dari 100 kali per hari menjadi antara 300 hingga 500 kali.
“Itu akan menjadi sinyal bagi Rusia bahwa mereka akan merasakan balasan jika para mitra kami membantu,” kata Zelenskiy. “Ini bukan soal kapasitas produksi. Ini soal pendanaan.”
Zelenskiy mengungkapkan bahwa Rusia telah mengerahkan lebih dari 50.000 pasukan di perbatasan wilayah Sumy, Ukraina. Moskow, menurutnya, berupaya untuk masuk sejauh 10 km ke dalam wilayah tersebut demi menciptakan apa yang mereka sebut sebagai “zona penyangga.” Ia juga menyebut bahwa Rusia masih berniat menguasai seluruh wilayah Donetsk dan Luhansk di Ukraina timur — tujuan yang sudah mereka kejar sejak 2014 namun belum tercapai.
Kremlin juga dikatakan berusaha menembus wilayah Dnipropetrovsk yang berbatasan langsung dengan Donetsk di sebelah barat, sebagai upaya untuk menandai kemajuan simbolis baru dalam serangan mereka yang semakin meluas, kata Zelenskiy.
Meski begitu, Ukraina masih berharap Amerika Serikat akan menjatuhkan sanksi tambahan terhadap Rusia agar dapat memaksa Putin kembali ke meja perundingan. Zelenskiy menyatakan dirinya siap untuk mengikuti pertemuan tingkat tinggi bersama para pemimpin AS dan Rusia.
(bbn)






























