Nasabah dapat mencantumkan harga rata-rata (average price) saham sendiri, dan jika tidak, harga penutupan pada 19 Mei akan digunakan sebagai acuan.
Nasib Portofolio Investor
Pada 21 Mei, NH Korindo menegaskan bahwa seluruh aset nasabah dalam bentuk saham, obligasi, reksa dana, maupun dana tunai berada dalam kondisi aman.
“Kami menegaskan bahwa seluruh aset nasabah berada dalam kondisi aman dan tidak terdampak oleh insiden ini,” tulis manajemen NH Korindo dalam pernyataannya, dikutip Selasa (27/5/2025).
NH Korindo juga mengungkapkan bahwa proses pemulihan sistem tengah dijalankan secara menyeluruh dan bertahap, dengan dukungan dari tim internal dan koordinasi dengan pihak berwenang.
Perusahaan menyatakan bahwa semua langkah dilakukan secara hati-hati demi memastikan layanan dapat kembali berjalan dengan aman dan terpercaya.
Pada 23 Mei, NH Korindo menyampaikan bahwa sistem telah memasuki tahap pemulihan secara bertahap. Dalam pernyataan terbarunya pada 26 Mei, perusahaan menyebut tengah menginput ulang data ke sistem NAIK yang terdampak akibat serangan.
Proses tersebut diklaim sebagai bagian dari persiapan menuju pemulihan operasional penuh, termasuk pelaksanaan uji coba dan mock testing yang diwajibkan oleh regulator sejak 24 Mei.
“NH Korindo mengupayakan segala bentuk perbaikan dan normalisasi sistem agar dapat kembali beroperasi seperti semula,” demikian tertulis dalam pengumuman resmi.
Meski begitu, di kolom komentar Instagram, sejumlah nasabah menyampaikan keluhan atas lambatnya proses pemulihan ini. Mereka menuntut kompensasi atas kerugian yang dialami dan merasa penanganan oleh perusahaan tidak dilakukan secara cepat.
Beberapa komentar menyebutkan bahwa keterbatasan akses dan informasi yang lambat turut memperparah situasi, terutama bagi investor yang aktif bertransaksi harian.
(dhf)



























