Rupiah yang pagi tadi dibuka sedikit lemah, kini berbalik dalam kisaran terbatas di Rp16.233/US$. Begitu juga laju indeks saham yang masih bertahan di zona hijau dengan penguatan 0,15% sejauh ini.
Animo asing
Lelang hari ini dilangsungkan di tengah animo asing yang meningkat di pasar surat utang domestik (SBN).
Berdasarkan data Bloomberg, dalam lima perdagangan beruntun sampai data terakhir 22 Mei lalu, asing terus menambah posisi di SBN hingga kini menguasai sekitar Rp916,7 triliun, setara dengan 14,45% dari total outstanding SBN di pasar saat ini.
Nilai kepemilikan asing di SBN tersebut menjadi yang tertinggi sejak 1 Desember 2021 silam.
Dibanding posisi akhir tahun lalu sebesar Rp877,51 triliun, posisi asing di SBN telah bertambah sebanyak Rp39,2 triliun sepanjang tahun ini, atau sekitar US$ 2,388 miliar year-to-date.
Asing diduga banyak mengalihkan dana dari instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang jatuh tempo ke SBN, seiring dengan terus turunnya tingkat bunga SRBI serta yield SBN yang menarik.
Sepanjang tahun ini sampai data 19 Mei, kepemilikan asing di SRBI telah berkurang Rp53,86 triliun. Kini, asing menguasai sekitar Rp869,67 triliun di SRBI.
Pada lelang SRBI terakhir Jumat pekan lalu, tingkat bunga tenor 12 bulan yang menjadi favorit selama ini, ambles menyentuh level terendah sejak pertama kali instrumen ini diperkenalkan pada 2023 silam. Bunga SRBI kini ada di 6,283% untuk tenor terpanjang 12 bulan.
Lelang Sukuk
Lelang sukuk hari ini menargetkan perolehan Rp8 triliun. Pada lelang sukuk sebelumnya, animo investor cenderung melemah dengan nilai incoming bids sebesar Rp27,32 triliun.
Analis Mega Capital Sekuritas Lionel Priyadi memperkirakan, nilai minat pasar dalam lelang hari ini akan berada di kisaran Rp27 triliun hingga Rp31 triliun. Terdapat satu seri baru yaitu PBS039 yang dilelang menggantikan PBSG001 hari ini.
Sentimen penurunan BI rate juga rupiah yang diperkirakan akan mempertahankan stabilitasnya, mungkin akan membuat minat pasar dalam lelang hari ini cukup baik.
Hal itu yang terlihat pada lelang Surat Utang Negara (SUN) pekan lalu yang memecahkan rekor tertinggi incoming bids dalam empat tahun terakhir, mencapai Rp108 triliun, dipanaskan oleh ekspektasi yang membesar terhadap pemangkasan suku bunga acuan BI rate.
(rui)



























