Pasar Komoditas Dunia Tertekan: Dari Kobalt hingga Energi Bersih
News
26 May 2025 06:20

Simar Khanna - Bloomberg News
Bloomberg, Pasokan ayam akan semakin sulit ditemukan di pasar mulai dari China hingga Eropa, menyusul temuan kasus flu burung di Brasil, negara pengekspor unggas terbesar di dunia. Di belahan Bumi Utara, musim panas segera tiba, disertai prediksi badai serta perubahan permintaan bensin di Amerika Serikat. Sementara itu, Republik Demokratik Kongo — yang dijuluki “Arab Saudi-nya kobalt” — kini ikut terseret dalam perang dagang antara China dan AS.
Berikut lima grafik penting yang mencerminkan dinamika pasar komoditas global pekan ini:
Ayam
Permintaan global terhadap daging ayam terus meningkat karena konsumen mencari alternatif yang lebih murah dibandingkan daging sapi. Namun kini, pasokan terancam setelah flu burung terdeteksi di salah satu peternakan di Brasil. Kasus ini membuat pengiriman dihentikan ke sejumlah negara tujuan utama, seiring upaya Brasil membendung penyebaran virus H5N1 yang mematikan. Larangan ekspor ini berdampak pada pasar yang menyumbang pendapatan lebih dari US$4 miliar per tahun — atau sekitar 40% dari total ekspor, menurut data pemerintah.
Bensin
Permintaan bensin di AS turun ke titik terendah musiman dalam lima tahun terakhir, berdasarkan rata-rata empat pekan — sebuah pembalikan mengejutkan dari tren sebelumnya yang menunjukkan peningkatan konsumsi menjelang musim liburan musim panas. Penurunan ini diperkirakan akan meredam optimisme di kalangan penyuling dan penjual bahan bakar, serta mempersulit prospek pasar bahan bakar kendaraan dalam waktu dekat.





























