Tanggal 1 Juni menandai dimulainya musim badai di AS yang berlangsung selama enam bulan. Layanan Cuaca Nasional AS memperkirakan musim ini akan lebih aktif dari biasanya, dengan prediksi 13 hingga 19 badai yang diberi nama dan kecepatan angin minimal 63 km/jam. Sejak 1980, bencana alam termasuk gempa bumi telah menyebabkan kerugian sebesar US$6,7 triliun di seluruh dunia, dengan hanya sekitar sepertiga yang diasuransikan, menurut perusahaan reasuransi terbesar dunia, Munich Re. Setelah disesuaikan dengan inflasi, Badai Katrina pada 2005 masih tercatat sebagai bencana paling mahal. Pada 2024, lebih dari 90% dari total kerugian global senilai US$320 miliar disebabkan oleh cuaca ekstrem.
Kobalt
Republik Demokratik Kongo, melihat peluang dalam konflik dagang antara China dan AS, mulai mendekati pemerintahan Presiden Donald Trump dalam sebuah taruhan berisiko tinggi. Negara ini memproduksi sekitar tiga perempat dari pasokan kobalt global — logam penting bagi industri baterai, pertahanan, dan dirgantara. Namun posisi ini tak lepas dari peran investasi China yang memungkinkan Kongo melipatgandakan produksi tembaga dan meningkatkan produksi kobalt hampir tiga kali lipat dalam satu dekade terakhir.
Energi Bersih
RUU pajak dan belanja besar-besaran yang disetujui DPR AS dinilai BloombergNEF sebagai "skenario mimpi buruk" bagi sektor energi bersih AS. Beberapa subsidi penting diperkirakan akan berakhir jauh lebih cepat dari jadwal semula, sehingga banyak proyek harus segera dimulai agar memenuhi syarat insentif pajak. Di sisi lain, bahan bakar fosil diperkirakan akan tetap murah lebih lama, yang dapat memperlambat transisi menuju sumber energi bebas emisi.
(bbn)





























