Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, Pertamina EP mencatat produksi sebesar 65.482 barel minyak per hari (BOPD) dan 809,40 MMScfd, setara dengan 205,18 MBOEPD.

Arifin menambahkan perseroannya telah menyiapkan sejumlah strategi berlapis untuk mengerek produksi migas tahun ini.

“Kami fokus pada keberlanjutan jangka panjang melalui pengelolaan rasio cadangan terhadap produksi [reserve to production ratio/RTP] dan rasio penggantian cadangan [reserve replacement ratio/RRR], serta memperkuat kinerja keuangan melalui manajemen biaya,” tuturnya.

Selain itu, dia mengatakan, perseroannya turut fokus untuk melakukan modernisasi teknologi dengan pengeboran sumur dibantu dengan program digitalisasi.

Pada 2024, keberhasilan eksplorasi lepas pantai melalui sumur West Beluga di wilayah kerja PEP Donggi Matindok Field menandai tonggak baru pembuka rangkaian pemboran sumur eksplorasi lepas panti di Sulawesi.

Teknik pengeboran casing dan pemasangan pipa konduktor dengan metode piling juga berkontribusi memangkas waktu dan biaya operasi.

“Terobosan ini memungkinkan kami mengoptimalkan proyek di tengah persaingan global,” tuturnya,

Secara kumulatif, PHE per kuartal I-2025 mencatatkan produksi minyak dan gas sebesar 1,043 juta barel setara minyak per hari, meningkat tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat 1,042 juta barel setara minyak per hari.

Hingga Maret 2025, PHE telah menyelesaikan pengeboran lima sumur eksplorasi, 206 sumur pengembangan, 248 sumur workover, dan 9.207 well service.

Angka ini menunjukkan kenaikan dibandingkan dengan kuartal I-2024; yang mencatat tiga sumur eksplorasi, 163 sumur pengembangan, 219 sumur workover, dan 8.323 well service.

(naw/wdh)

No more pages