Logo Bloomberg Technoz

CPO adalah aset yang dibanderol dalam ringgit. Ketika ringgit menguat, maka CPO menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lain.

Analisis Teknikal

Bagaimana ‘ramalan’ harga CPO untuk minggu ini? Apakah akan ada penurunan 4 minggu beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), CPO masih terbenam di zona bearish. Tercermin dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 35,77. RSI di bawah 50 mengindikasikan suatu aset sedang dalam posisi bearish.

Sementara indikator Stochastic RSI ada di 4,24. Jauh di bawah 20, yang berarti sudah sangat jenuh jual (oversold).

Dengan koreksi yang sudah lumayan dalam, 3 minggu beruntun, harga CPO berpeluang naik pekan ini. Target resisten terdekat adalah MYR 3.912/ton yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di MYR 4.147/ton bisa menjadi target berikutnya.

Sedangkan target support terdekat adalah MYR 3.789/ton yang juga menjadi pivot point. Penembusan di titik ini berisiko melongsorkan harga CPO ke kisaran MYR 3.755-3.721/ton.

(aji)

No more pages